Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur Hultatang. FOTO SUPARDI/ GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak di Lombok Timur sejak 2022 lalu sudah tidak ditemukan lagi. Terlebih sebanyak 120 ribu sapi ternak telah mendapatkan vaksinasi dari 162 ribu total populasi sapi ternak. Dengan begitu hewan-hewan kurban di Lombok Timur dipastikan sudah bebas dari penyakit PMK.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Lombok Timur, Hultatang menyampaikan, bahwa semua hewan qurban tahun ini dipastikan sudah bebas dari penyakit PMK. Akan tetapi ada beberapa penyakit menular namun non zoonosis, seperti PMK, LSD yang masih perlu diantisipasi.

“Ada penyakit yang perlu kita antisipasi seperti penyakit yang ditemukan di Jawa yaitu penyakit LSD, tapi kalau penyakit ini tidak ada ditemukan di NTB khususnya di Lombok Timur,” terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (08/06/2023).

Selain itu penyakit menular yang diantisipasi penyebaran ialah penyakit antraks yang penularannya dari daging hewan ke manusia, terlebih saat ini mobilitas hewan ternak sudah mulai bebas masuk ke NTB pun Lombok Timur.

Untuk memastikan hewan-hewan qurban ini bebas dari penyakit dan aman untuk dikonsumsi. Hewan-hewan qurban akan di lakukan pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan syarat-syarat hewan qurban seperti tidak cacat dan pemeriksaan syarat lainnya.

“Sebelum diqurban nanti kita akan periksa dulu, kalau hewan qurbannya demam berarti itu tandanya ada penyakit, termasuk syarat hewan qurban seperti bulunya, kecacatannya dan syarat-syarat lainnya,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia memastikan hewan qurban yang akan dipotong tahun ini aman dari berbagai penyakit dan daging sapi ternak yang telah divaksinasi juga aman untuk dikonsumsi. Ia mengimbau agar tidak memberikan vaksin kepada sapi  quraban yang akan dipotong.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024

“Kalau bagusnya itu sapi qurban tidak boleh diapa-apain, dan minimal sapi yang diqurban itu jaraknya satu bulan setelah divaksin,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here