GerbangIndonesia, Lotim – Setelah tertunda beberapa tahun, Desa Aik Dewa Kecamatan Peringgasela kembali menggelar Gawe Desa III dengan mengangkat tema “Ngalun Aik dan Mandik Penganten”.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
Ritual Ngalun Aik ini bertujuan untuk mengatasi debit air yang berkurang pada musim kemarau. Sehingga pemuda dan masyarakat setempat menggelar Ritual Ngalun Aik untuk menjaga debit air agar keluar dengan melimpah.
Ngalun Aik sendiri dalam arti bahasa Indonesia yakni membujuk atau merayu air. Dimana prosesi tersebut dilakukan pada musim kemarau jika air dari sumber mata air yang keluar dalam debit yang berkurang.
Mangku Adat Desa Aik Deaa, Saifuddin Zohri mengatakan bahwa ritual Ngalun Aik sudah ada sejak nenek moyang mereka dan terus dilakukan secara turun menurun. Sehingga ritual tersebut sudah menjadi bagian dari masyarakat Aik Dewa.
“Ritual ini biasanya dilakukan ketika musim kemarau tiba dan saat ini kita gelar dalam bentuk ceremony namun kesakralannya tetap kita jaga,” terangnya, Selasa (20/06).
Adapun dalam prosesi tersebut terdapat beberapa ritual yang dilaksanakan seperti pembukaan mata air oleh Tokoh Agama dengan melantunkan doa pembukaan mata air dan ucapan puji syukur dan segala pujian kepada Allah SWT dan baginda Muhammad SAW atas segala nikmat yang diberikan, serta memohon ampun dari segala bentuk dosa salah ummat manusia agar kembali diberikan hikmah limpahan air untuk menyuburkan tanaman dan keberlangsungan hidup manusia.
Selain itu, ritual lain juga dilakukan seperti pembakaran dupa sekaligus penancapan mpok-mpok, pembukaan mata air oleh tokoh adat dengan menggunakan keris, penyerahan kain reragian oleh Puteri Gondang, dan ritual intinya yakni Ngayu-ayu. Dengan ritual Ngalun Aik yang dilaksanakan, masyarakat berharap dapat terus menikmati limpahan air bersih sehingga keberlangsungan hidup manusia dan alam sekitar.
Sementara itu, Ketua Panitia, Hirpan Rosidi S.Psi mengatakan bahwa kegiatan ritual adat digelar rutin dalam kegiatan Gawe Desa 3 Aik Dewa. Dimana pada pelaksanaan kali ini ritual Ngalun Aik digandeng dengan ritual Mandik Pengantin.
“Kedua kegiatan itu kita gelar dan gabungkan karena memang sejak dulu air suci dari ritual Ngalun Aik dipercaya mampu mensucikan kedua mempelai dan akan lebih baik dalam menjalani rumah tangga,” tegasnya.
Melalui gelaran Gawe Desa dari gerakannya pemuda tersebut diharapkan dapat terus melestarikan adat dan budaya yang ada di Desa Aik Dewa, sehingga ke depan ritual tersebut dapat terus dapat diingat dan disaksikan oleh generasi yang akan datang.
Sementara Mandi Penganten sendiri bertujuan untuk mensucikan kedua pengantin dari segala hadast kecil maupun besar serta dosa salah yang telah dilakukannya semenjak aqil balikh sampai dengan hari pernikahannya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
Dalam adat mendi penganten ini ada beberapa prosesi yang dilakukan mulai dari memanjatkan doa, belanger, besebur, molong bulu, ngerek elak, molong kuku ime dan nae, belak lekong, belak Telok, besebur dan begentik. Dimana prosesi tersebut memiliki makna tersendiri yang diharapkan bisa menjadikan kedua pengantin bersih dari segala dosa dan salah dan menjadi pasangan yang sakinah, mawadah warohmah. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







