
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan memasang tapping box ke semua hotel di daerah. Hal ini untuk memudahkan pemantauan transaksi yang masuk di hotel yang merupakan Wajib Pajak (WP). Demikian diungkapkan Kepala Bapenda Lombok Utara Ainal Yakin, Kamis (22/6).
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Menurutnya, tapping box ini sebetulnya sudah terpasang beberapa tahun lalu hanya saja selain terdapat kendala, juga ada kerusakan disejumlah titik. Sehingga Bapenda sudah menganggarkan kembali untuk dilakukan pengadaan alat tersebut tahun ini. Demikian dengan info pemasangan, belakangan pihaknya sudah menekan surat dan dilayangkan pemberitahuan kesejumlah hotel.
“Kita sudah surati hotelnya, cuma tidak bisa semua ya bertahap dulu kita akan pasang. Karena jumlah hotel kita di KLU ini banyak,” ungkapnya.
Dijelaskan, dalam prosesnya nanti Bapenda sudah bekerjasama dengan Bank NTB Syariah selaku BUMD yang bakal menkontrol alur transaksi tersebut. Langkah ini juga disebut sebagai upaya kaitan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa pariwisata secara khusus. Selain itu, tapping box akan memudahkan instansi yang ia pimpin dalam memperoleh data valid usai transaksi.
“Nanti akan ada rapat lanjutan dengan Bank NTB termasuk kita panggil vendornya yang akan pasang. Jadi supaya kita tahu data rilnya berapa,” jelasnya.
Kaitan peningkatan PAD, Bapenda disebut mantan Kepala Dinas Pariwisata KLU ini sudah mulai mengalangkan pembayaran pajak pun retribusi secara online. Dari 11 potensi wajib pajak sudah membayar via online, sehingga pihak Bapenda tidak lagi direpotkan dengan persoalan administrasi lantaran sudah tercatat secara valid didalam aplikasi online dimaksud. Pembayaran secara online ini disebutnya cukup efektif.
“Karena wp sudah tinggal bayar langsung tidak perlu harus bertemu atau ke sini. Semua potensi Wp masuk yang 11 itu termasuk PBB, sampai pajak hotel dan restoran. Ini langkah kita untuk mengenjot PAD,” katanya.
Untuk diketahui, target PAD Lombok Utara pada tahun kemarin tercatat sebesar Rp 65 miliar dengan realisasi mencapai 82 persen. Namun pada tahun ini, jumlah target tersebut meningkat menjadi 96 miliar sehingga Bapenda harus berupaya ekstra guna merealisasikan capaian tersebut. Saat ini pihaknya sudah berporses termasuk menagih piutang WP tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Kita juga tagih piutang hotel dalam rangka mengejar target ini. Yang jelas sudah ada lampu hijau dan kita berikan batas waktu pembayaran sampai 31 Desember 2023,” pungkas Ainal.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






