GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Seperti diketahui pada tahun-tahun sebelumnya O2SN biasanya hanya diikuti oleh siswa dan siswi yang bersekolah pada lembaga pendidikan di bawah naungan Kemendikbud. Hanya saja untuk kali ini, madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) juga berkesempatan mengikuti ajang bergengsi O2SN setelah mengikuti pendaftaran melalui akun emis.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Salah satu madrasah yang mengikuti ajang ini adalah MTs Negeri 4 Lombok Tengah di bawah kepemiminan Zoelhadi M.Pd. Bahkan tidak hanya sebagai penyemarak, salah satu siswanya yang menjadi peserta pada ajang Karate berhasil menyabet dua gelar juara sekaligus pada dua kelas berbeda.
Atha Nurwahida adalah siswa kelas VIII (Delapan) yang berhasil meraih gelar juara II pada kategori Kata dengan peraihan 4 point dan menjadi juara III pada kategori kumite dengan meraih 2 point.
“Bahkan anak (Siswa-Red) kami ini menduduki rangking ke-3 setelah pengkalkulasian semua peserta SMP dan MTs se Lombok Tengah,” bangga Zulhadi kepada media ini saat mendampingi Atha.
Lebih jauh dikatakan pria yang terkenal ramah senyum ini, keberhasilan siswanya dalam ajang bergengsi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi madarasah saja, akan tetapi lebih jauh dari itu menjadi kebanggaan bagi lembaga yang lebih besar yaitu Kantor Kemenag.
Sebab, lanjut dia, keikut sertaan lebaga pendidikan di bawah naungan Kemenag baru pertama kali terjadi sebab di tahun-tahun sebelumnya madrasah belum bisa mengikuti ajang ini karena pendaftaran masih menggunakan jalur manual.
“Terlepas dari belum berhasilnya anak kami bisa melaju ke tingkat provinsi, tapi kebanggaan kami begitu besar,” tegasnya.
Mengenai hal ini, selaku Kepala Madrasah pihaknya berjanji akan memberikan reward kepada Atha dan teman-temannya yang sudah mengikuti ajang ini berupa uang pembinaan yang tidak dia sebutkan nominal pastinya.
“Tetapi lebih jauh dari itu, kami akan meningkatkan terus kualitas dan intensitas latihan anak-anak kami supaya di even-even berikutnya bisa menjadi yang terbaik,” tandasnya.
Sementara itu, Atha yang ditanyai mengenai pengalamannya mengikuti ajang talenta O2SN ini mengatakan jika dirinya sebenarnya sering mengikuti lomba dan pertandingan serupa. Hanya saja, untuk O2SN tingkat kabupaten kali ini memiliki hawa persaingan yang lumayan berbada.
“Kalau dulu kan seperti kenal begitu sama lawan-lawannya, apalagi ada yang sering ketemu. Tapi kalau sekarang ini lebih banyak ‘musuh’ yang kita tidak pernah ketemu dan mereka hebat-hebat,” tuturnya.
Dia berjanji jika diikutkan pada ajang serupa pada tahun-tahun berikutnya akan memberikan performa terbaik dan akan meraih gelar juara sehingga bisa melaju ke tingkat yang lebih tinggi.
“Saya sih pengen jadi atlet tingkat nasional, ya mudah-mudahan saja,” harapnya.
Sementara itu, Sukron Wahid selaku pembimbing Atha mengatakan pihaknya sempat kualahan saat membimbing para atlet.
“Sebenarnya kualahannya itu saat menguatkan mental anak-anak karena memang hawa persaingannya sangat ketat berbeda, itu mungkin yang paling berat untuk kita bina kemarin itu ya,” paparnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
Dia mengatakan bahwa keikut sertaan kali ini akan menjadi ‘guru’ dalam bentuk pengalaman guna memberikan yang lebih baik di tahun-tahun yang akan datang. (fiq)
Editor: Lalu Habib Fadli




