
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara bakal menggelar kontes bonsai nasional dalam rangka rentetan acara Hari Ulang Tahun (HUT) Lombok Utara ke-15 pada 21 Juli 2023 mendatang. Gelaran itu diselenggarakan di Lapangan Tioq Tata Tunaq diikuti oleh puluhan kontestan dari Lombok secara khusus dan luar NTB secara umum.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu mengungkapkan, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata bersama Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) KLU menggelar Kontes dan Pameran Nasional Bonsai dengan Tajuk Gebyar Bonsai Tioq Tata Tunaq Tahun 2023. Jika melihat dari bonsai yang dipamerkan merupakan hasil dari kreasi dari tangan orang-orang yang kreatif dan sabar serta ikhlas.
“Khusus pada para pembonsai yang mengikuti pameran yang sudah luar biasa, kita ketahui membuat karya bonsai sangatlah sulit setiap kelompok pengrajin begitu sabar dan ikhlas sehingga mampu menghasilkan karya seni yang dihargai sangat tinggi,” ungkapnya, Selasa (4/7).
Menurutnya, pameran semacam ini akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Bagaimana tidak, bonsai-bonsai yang didesain sedemikian rupa ini bernilai hingga ratusan juta. Pihaknya berharap supaya ke depan pameran tersebut tetap dapat diselenggarakan dan menjadi kegiatan rutin jelang perayaan hari jadi daerah.
“Ini akan menjadi ajang peningkatan ekonomi dan promosi pariwisata daerah sehingga kedepannya penyelenggaraan bisa dilakukan setiap tahunnya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PPBI KLU, Nasli menjelaskan, Gebyar Bonsai ini sebagai media promosi wisata daerah dan sebagai pengembangan ekonomi kreatif. Untuk anggaran sendiri bersumber dari APBD yang dimuat dalam PAD Dispar KLU, dengan waktu pelaksanaan dimulai dari 1-11 Juli. Adapun para peserta merupakan masyarakat dari kabupaten/kota di Provinsi NTB, Jatim, Bali, selain itu juga ada dua peserta dari luar negeri yakni Jerman dan Austria.
“Ada 550 pohon bonsai yang dibagi dalam tiga kelas lomba, yakni Prospek A dan B, Pratama serta Madya,” jelasnya.
Dia menjelaskan, Gebyar bonsai menjadi satu media silaturahmi dalam rangka mengakomodir kreativitas dalam mengembangkan seni bonsai dengan harapan menjadi event tahun pemerintah daerah.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Pameran nasional bonsai kita harapkan memiliki multi efek terhadap kemajuan daerah sehingga dikenal dunia dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat KLU serta mendongkrak PAD,” pungkasnya. (iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






