GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Kisah inspiratif dari salah satu anggota Korem 162/WB, yakni Sersan Mayor (Serma) Sucipto Munandar. Dia mendirikan Yayasan Tahfidz Al-Quran bernama Yayasan Tahfidz Darul Musthofa yang berlokasi di tempat tinggalnya di Dusun Lempenge Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Yayasan Tahfidz Darul Musthofa mengelola rumah tahfidz mendidik anak-anak untuk menjadi penghafal Al-Quran dan Majelis Taklim untuk masyarakat sekitar.
Pada saat kesempatan wawancara dengan awak media, Serma Sucipto Munandar selaku penggagas dan pendiri Yayasan Tahfidz Darul Musthofa mengatakan bahwa yayasan yang ia pimpin saat ini baru mengelola Lembaga Formal yaitu Sekolah Menengah Pertama Tahfidzul Qur’an (SMP TQ) Darul Musthofa yang baru dibukanya pada Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah santri baru 4 orang. Selain itu terdapat Lembaga Non Formal seperti Rumah Tahfidz Darul Musthofa dan Majelis Taklim Tarbiyatul Ummah.
Saat ini kata dia, santri Rumah Tahfidz berjumlah 80 Santri dengan tenaga pendidik 4 orang dan proses belajar dilaksanakan mulai pukul 16.00 – 20.30 Wita. Sedangkan untuk Majelis Taklim dilaksanakan setiap hari Minggu dari pukul 09.00 sampai pukul 11.00 Wita.
“Sebagai penceramahnya yakni TGH. L. Ma’ruf Karhi,” katanya.
Yayasan yang dia pimpin ini pun telah disahkan pada Kementerian Hukum dan HAM RI dengan diterbitkan SK Menkumham Nomor AHU 0015978.AH.01.04 tahun 2022 tanggal 2 Agustus 2022, dan terdaftar pula di Kesbangpodagri Kabupaten Lombok Tengah.
“Saya mendirikan yayasan ini terinspirasi dengan kegiatan saya di lapangan sebagai anggota Tim Intel Korem 162/WB. Di saat saya melaksanakan komunikasi dengan tokoh tokoh agama, tokoh masyarakat dan kondisi lingkungan tempat saya tinggal yang mana belum ada rumah tahfiz, kini Alhamdullilah rumah Tahfiz Al-Quran Darul Musthofa ini satu satunya yang ada di Kecamatan Pringarata sudah terbangun,” jelasnya.
Sementara salah satu pendidik, Ustad Edi Fauzi mengaku, bahwa selain pengajar di Yayasan Tahfidz Darul Musthofa, dia juga merangkap sebagai Kepala Lingkungan Dusun Pidada. Dia bercerita, awalnya masyarakat bingung karena yang mendirikan ini adalah seorang tentara. Bahkan beberapa warga meragukan keseriusan Serma Sucipto mendirikan Yayasan Pendidikan Al-Quran.
“Mereka bertanya kepada saya, apa benar seorang anggota TNI mau mendirikan pondok pesantren, padahal bukan bidangnya?” ulasnya.
Namun dengan berjalannya proses belajar mengajar, kini masyarakat mulai yakin bahwa Serma Sucipto sangat serius mendirikan sebuah yayasan pendidikan Al-Quran.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Alhamdullilah warga kami bahwa dari kampung tetangga mulai bercerita bahwa di Dusun Lempe ada rumah Tahfiz baru yang didirikan oleh anggota TNI. Belum empat bulan, sudah banyak yang menghafal juzz 30, satu juzz ada yang dapat dua juzz bahkan tiga juzz. Dari situlah kepercayaan masyarakat mulai semakin besar bahwa yayasan ini bukan hanya sekedar yayasan yang hanya ingin mencari nama,” cerita Ustad Edi. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli








