Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianti saat berfoto bersama disela-sela kegiatan rakor stunting. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Tim Percepatan Penurunan Stunting menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Lombok Utara Tahun 2023 bertempat di Aula Kantor bupati. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febriato Ridawan, Rabu (23/08). Hadir juga Kepala OPD lingkup Pemda Lombok Utara, Camat se-KLU, Kepala Desa Lokus Stunting se-KLU, serta beberapa undangan peserta Rakor lainnya.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Wabup Danny menyampaikan persoalan stunting merupakan permasalahan kompleks, hal tersebut dikarenakan stunting menjadi tantangan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Persoalan stunting menjadi tantangan bersama dimana memiliki dampak pada generasi muda yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan di Kabupaten Lombok Utara.

“Dengan masih adanya persoalan stunting di KLU, kami menaruh harapan semua pihak untuk mengambil peran sesuai dengan tempat tugas dan bidang masing-masing agar target capaian penurunan stunting secara nasional bisa diwujudkan yakni 14 persen ditahun 2024,” ujarnya.

Danny yang juga Ketua TPPS KLU, Lombok Utara yang bangkit dengan inovasi betul-betul  diimplementasikan, mengingat permasalahan yang banyak muncul di sekitar tidak sedikit yang bermuara di dalam kehidupan berkeluarga seperti masalah kemiskinan, pendidikan, sosial hingga masalah kesehatan gizi atau stunting. Angka stunting di daerah terbilang masih tinggi, sesuai hasil survey EPPBGM Bulan Februari Tahun 2023 yakni 19,49 persen prevalensi stunting atau dengan jumlah anak 4.574 stunting di KLU.

“Dengan masih tingginya angka stunting tersebut, saya mangajak kepada semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap percepatan penurunan stunting di KLU secara terintegrasi lintas program dan terkonvergen tingkat keluarga melalui Program Gerakan Intervensi regulasi,” jelasnya.

“Gerakan Integrasi Program, Gerakan Kolaborasi Aksi dan Gerakan Kampanye Stunting atau yang disebut dengan istilah 4G,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBPMD Mala Siswadi mengatakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mempercepat penurunan angka stunting di KLU ini diikuti peserta diikuti oleh sebanyak 114 orang yang terdiri dari TPPS Kabupaten, Camat se-KLU, PKK kecamatan, puskesmas se-KLU, Kemenag KLU,KUA se KLU, Kepala desa 20 lokus stunting, dan perwakilan tim pendamping keluarga, NGO serta kepala bidang Dinas P2KBPMD.

“Ada 4 kegiatan seperti ini sepanjang tahun 2023 ini adalah yang kedua kali kita gelar. Ini supaya semua OPD satu suara dan satu program sehingga penurunan stunting bisa terus baik progresnya,” katanya.

Mantan Sekban BPKAD Lombok Utara ini menyebut, Pemda menargetkan sebagaimana target nasional angka stunting 14 persen di Tahun 2024. Pihaknya optimis dengan berbagai akselerasi program akan bisa diraih bersama dengan semangat dan kerjasama yang baik sesuai dengan amanah yang diemban masing-masing.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

“Pada Rakor ini juga diserahkan kendaraan operasional berupa lima unit sepda motor kepada penyuluh KB dan penyerahan secara simbolis PMT,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here