GerbangIndonesia, Mataram – Tiga kasus Tindak Pidana Narkotika dengan 8 tersangka yang ditangkap atas pengungkapan yang dilakukan Direktorat Resnarkoba Polda NTB pada Agustus 2023 telah dihentikan penyidikan kasusnya melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol. Deddy Supriadi, S.I.K, menyampaikan bahwa penangkapan 8 tersangka dalam tiga kasus tersebut, dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda-beda. Pertama penangkapan tersangka ER, M dan IL pada 15 Juni 2023 di salah satu kos wilayah Pagesangan Kota Mataram, kedua penangkapan tersangka R dan M pada 20 Juni 2023 di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, dan ketiga penangkapan tersangka JA, JU dan CCA pada 15 Juli 2023 di Cilinaya Kota Mataram.
Barang bukti yang berhasil disita dari tersangka ER, M dan IL, kata Kombes Deddy, berupa alat hisap dan pipet kaca yang masih tersisa narkotika sabu. Kemudian pada tersangka R dan M, petugas menyita sabu 0,5 gram, alat konsumsi sabu seperti korek api dan pipa kaca. Sedangkan tersangka JA, JU dan CCA berhasil disita alat hisap, pipet kaca yang masih berisi narkotika sabu dan korek api. Sehingga para tersangka dijerat Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dalam prosesnya kata Kombes Deddy, penyidik telah menemukan fakta bahwa 8 tersangka tersebut bukan merupakan jaringan narkoba atau sindikat. Selain itu, ditemukan barang bukti sabu pemakaian dalam satu hari dan didukung hasil urine yang positif mengandung metamphetamin.
Berdasarkan fakta-fakta ini, sesuai Pasal 9 Perpol Nomor 8 Tahun 2021, maka telah diputuskan melalui gelar perkara khusus, bahwa kedelapan tersangka dikategorikan pecandu/penyalahguna atau korban penyalahguna.
“Seluruh tersangka telah diajukan asesmen melalui TAT (Tim Asesmen Terpadu, Red) di BNNP NTB,” ungkapnya.
Setelah penyidik menerima hasil TAT lanjutnya, kedelapan tersangka selanjutnya dikakukan rehabilitasi rawat jalan di lembaga rehabilitasi milik pemerintah, yaitu Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. Sehingga ketiga kasus tersebut dihentikan proses penyidikannya dengan alasan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif dan sebutan tersangka diubah menjadi pecandu atau penyalahguna atau korban penyalahgunaan Narkotika.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK., kepada awak media menjelaskan bahwa kedelapan tersangka pada 3 kasus tersebut telah melalui prosedur yang telah di atur dalam undang-undang, sehingga penghentian penyidikan perkaranya dapat dilakukan.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Beberapa ketentuan itu sudah ditangani secara profesional dan prosedural, sehingga kasusnya dapat dihentikan,” pungkas Arman. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







