FOTO ILUSTRASI

GerbangIndonesia, Loteng – Bantuan beras dari pemerintah dalam program Ketahanan Pangan diduga justru dijadikan sebagai alat kampanye oleh salah satu oknum pendukung partai peserta Pileg.

Baca Juga: Hadiri Kampanye Terbuka, Sukiman Azmy Ajak Masyarakat Menangkan PKN

Seperti pengakuan salah satu warga Dusun Montong Belok Gubuk Repok Desa Bujak Kecamatan Batukliang yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa bantuan tersebut disebut-sebut bantuan dari salah satu parpol.

“Pas kami didata untuk yang dapat, katanya bantuan itu dari Partai NasDem,” ungkapnya.

Dibeberkan juga, informasi itu disampaikan oleh salah satu RT yang disebutnya bernama Aril yang. Sehingga informasi itu ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.

Menanggapi informasi ini, tim Gerbang Indonesia langsung melakukan penelusuran ke Desa Bujak.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bujak, H. Muhamad Darwin membenarkan rumor yang beredar di tengah masyarakat tersebut. Hanya saja dirinya tidak memberikan penjelasan tentang parpol dimaksud.

“Kita sudah klarifikasi langsung ke masyarakat bahwa bantuan itu sebenarnya dari pemerintah,” ungkapnya.

Darwin juga mengatakan, kemungkinan besar kesalahpahaman yang terjadi terkait dengan perusahaan yang melakukan tender terhadap pengadaan beras itu.

“Tapi kami yakinkan masyarakat kalau itu tidak ada keterkaitannya dengan siapa yang nender,” kata Darwin lagi.

Sementara itu, oknum RT yang juga pegawai dari PT. Jasa Prima Logistik (JPL) M. Aril Semartono yang sempat disebut memberikan informasi mengenai pengadaan dari partai itu menepis bahwa informasi itu berasal dari dirinya.

Bahkan dia mengatakan bahwa yang beredar di masyarakat bahwa sumber bantuan itu tidak hanya berasal dari 1 atau 2 partai saja.

Aril juga menambahkan, karena situasi saat ini mendekati pemilu, sehingga banyak oknum-oknum yang mengatasnamakan partainya.

“Mungkin karena menjelang Pemilu, jadi seperti ini,” katanya membela diri.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

“Bantuan ini jelas-jelas dari pemerintah, mungkin karan situasi menjelang pemilu saat ini ada saja oknum-oknum yang memanfaatkan moment,” tambahnya. (cr-dik/fiq)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here