Kominfo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Dompu – Perkembangan teknologi informasi kini telah merambah dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital (internet) juga terbukti mampu membantu aktivitas dalam proses belajar dan mengajar. Pendidikan di era digital harus mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam seluruh sistem pembelajaran.

Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal

Menyadari banyaknya manfaat penggunaan teknologi digital dalam kegiatan belajar dan mengajar, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital. Webinar untuk segmen pendidikan di Kabupaten Dompu, yang melibatkan siswa dan santri dari sekolah menengah umum dan madrasah sebagai peserta itu, akan digelar Jumat (23/2) pagi, mulai pukul 09.00 WITA.

Diskusi online bertajuk ”Teknologi untuk Mendukung Proses Belajar dan Mengajar” akan diikuti secara nobar oleh para siswa dan santri di berbagai sekolah menengah dan madrasah di Kabupaten Dompu. Webinar ini rencananya akan menghadirkan tiga narasumber.

Mereka adalah dosen Universitas Udayana Bali Ni Made Ras Amanda, yang akan membahas dari sudut pandang pilar kecakapan dan etika digital. Kemudian ada musisi sekaligus kreator konten Danin Sibilo (pilar budaya digital), penyiar radio sekaligus influencer Azmy Zen (pilar keamanan digital), dan dipandu oleh moderator Theodora Mayang.

”Webinar ini dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra2302. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Kamis (22/2).

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menegaskan, era digital sangat membantu siswa mendapatkan berbagai informasi secara cepat dan mudah. Apalagi, teknologi internet juga mampu menghubungkan satu media elektronik dengan media elektronik lainnya.

”Kemudahan dan kecepatan akses informasi yang diberikan internet menjadi salah satu jendela berbagai informasi dan ilmu yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas belajar dan mengajar,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.

Perkembangan kemajuan teknologi, lanjut Kemenkominfo, juga semakin pesat membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan. Yaitu dari pendidikan konvensional ke dalam bentuk pendidikan berbasis digital, atau biasa disebut dengan e-learning.

”E-learning merupakan istilah yang digunakan untuk pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi guna mendukung dan meningkatkan proses pembelajaran,” imbuh Kemenkominfo.

Program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital. Hingga akhir 2023, lebih dari 24 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017.

”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan 2024. Sampai saat ini, sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti kegiatan peningkatan literasi digital,” tambah Kemenkominfo.

Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

”Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” imbuh Kemenkominfo.

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia.

Mengutip survei yang dirilis APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01  persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here