Kepala Bidang Dayasos Dinas Sosial KLU Husni Tamrin. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Puluhan pendampin sosial yang meliputi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSM), dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) akan segera diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk tahun 2024 ini. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinas Sosial Lombok Utara Husni Tamrin, Kamis (22/02/2024).

Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal

Menurutnya, urgensi bimtek ini sangat diperlukan mengingat pendamping sosial ini merupakan ujung tombak dalam mengawal masyarakat kurang mampu. Demikian perihal pendataan lantaran data yang disetorkan ke daerah hingga pusat merupakan hasil kerja mereka, maka sudah pasti bimtek ini sangat menentukan. Terlebih untuk penguatan kapasitas masing-masing pendamping yang ada di semua desa menjadi prioritas dinas.

“Kita akan lakukan penguatan kapasitas, pengetahuan masing-masing pendamping ini supaya lebih memahami program yang ada di Dinas Sosial,” ungkapnya.

Dijelaskan, bimtek akan digelar dalam waktu dekat kemungkinan bulan depan dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat. Tercatat ada sebanyak 43 TKSK dan 5 TKSM, serta sejumlah PSM akan ambil bagian dalam pelatihan kali ini. Dalam rangka melakukan monitoring perkembangan penyaluran berbagai jenis bantuan sosial (Bansos) maka pendamping sosial ini harus diperkuat kapasitasnya. Pihaknya berharap usai bimtek personil pendamping bisa lebih meningkat kinerjanya.

“Mereka kan memonitoring semu termasuk PKH, apakah nanti semua bansos itu sesuai dan tepat sasaran atau tidak. Kita harap nanti bisa lebih semangat dan meningkat lagi dari sisi kapasitas kerja,” jelasnya.

Demikian dengan pendataan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang harus diperbarui setiap bulan. Itu juga menjadi salah satu tupoksi pendaming sosial, memastikan ketika penerima bantuan adalah orang yang tepat serta pelaporan ke tingkat pusat merupakan hal yang harus dilakukan. Untuk diketahui, pada tahun 2024 ini terdapat perubahan data penerima PKH sebanyak 22.829 orang. Hal ini menurun jika dibangdingkan tahun 2023 yang mana tercatat sebanyak 22.865 orang.

Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43

“Turunnya tidak signifikan kalau PKH. Tetapi untuk BNPT jumlah penerima di tahun 2023 sebanyak 32.765 orang, tahun ini menjadi 26.940 orang. Banyak faktor yang pengaruhi, salah satunya masyarakat mengajukan diri keluar,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here