Gerbangindonesia, Lombok Utara – Intensitas hujan tinggi yang melanda Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Minggu (25/02/2024) menyebabkan terjadi longsor disejumlah titik. Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bergerak cepat.
Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal
Diungkapkan Kepala Dinsos P3A KLU Faturrahman, Senin (26/02/2024) warga yang terdampak bencana sudah diberikan bantuan. Bencana longsor yang terjadi yaitu di Desa Samaguna dan Desa Menggala, meski tidak ada korban jiwa namun 2 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung diberikan bantuan oleh dinas. Kendati begitu, selain longsor laporan yang masuk di instansi yang ia pimpin juga mencatat rumah warga tergenang air di Kecamatan Tanjung dan Pemenang.
“Dan mungkin kita salurkan hari ini
Kemudian di Desa Pemenang ada di Dusun Telok Kombal itu ada 35 KK yang terdampak air rob kemudian di Pemenang Timur ada tanah longsor, itu masuk laporan hari ini. Semua akan kita berikan bantuan yang terdampak,” ujarnya.
Dijelaskan, meski tidak banyak membantu kendati bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. Khusus untuk bantuan sosial (bansos) kebencanaan, untuk tahun ini Dinsos sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 150 juta yang dananya diambil dari APBD Lombok Utara tahun 2024. Bansos tersebut berupa pemberian sembako yang meliputi beras 10 kilogram dan telur satu trai. Namun demikian, bencana skala kecil bisa tercover oleh dinas tetapi bencana skala besar dinsos harus berkoordinasi dengan Provinsi.
“Memang untuk kebencanaan ini sudah ada anggaranya di Dinas Sosial kurang dari Rp 200 juta hanya Rp 150 juta pertahun yang untuk kebencanaan saja. Model pendistribusiannya juga adalah ketika terjadi bencana langsung kita salurkan, tetapi kalau bencana skalanya lebih luas bukan hanya kita di Dinas Sosial ada juga bantuan dari Dinsos Provinsi, ada juga dari Kemensos melalui balai Paramita,” jelasnya.
“Nanti selanjutnya tidak hanya longsor, bencana yang lain jika masyarakat terdampak begitu ada datang langsung kita berikan bantuan,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Lombok Utara Nyoman Juliade mengatakan sejauh ini terpantau dua lokasi mengalami bencana longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan BPBD sudah melakukan asessment untuk kemudian diberi bantuan bagi dua KK korban terdampak berupa terpal dan selimut. Pihaknya juga sudah menyarankan kepada warga untuk mengungsi sementara waktu jika cuaca ekstrim terus berlanjut dalam beberapa hari kedepan.
“Kita sudah memberikan sementara berikan terpal dan selimut kita lakukan upaya bantuan makanan juga sudah disiapkan. Kita imbau sementara untuk mengungsi dulu,” katanya.
BPBD sendiri, lanjut Juliade, sudah mengintruksiakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk intens mengontrol daerah daerah yang diduga rawan kebencanaan. Melakukan monitoring dan koordinasi supaya masyarakat yang terdampak agar segera ditangani. Terlebih berdasarkan data BMKG cuaca ekstrim ini akan terus berlanjut hingga tiga hari ke depan
.Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“TRC sudah kita perintahkan untuk terus koordinasi pantauan situasi dan kondisi sampai 3 hari kedepan sesuai edaran BMKG. Kita imbau masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor supaya waspada,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







