
GerbangIndonesia, Lombok Tengah – Meskipun daerah Lombok Tengah masih tergolong daerah yang baru berkembang, tetapi ternyata daerah ini justru menjadi sasaran Kunjugan Kerja (Kunker) dari berbagai daerah yang tergolong maju.
Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal
Tidak terkecuali bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng yang dalam dua hari terakhir secara berturut-turut mendapat kunjungan kerja anggota d
DPRD Kota Depok pada Senin (20/05) dan anggota DPRD Mojokerto pada Selasa (21/05).
Ketua DPRD Kota Depok, H. Tajuddin Bahri yang dikonfirmasi kedatangannya oleh awak media menyatakan, kedatangannya kali ini sebenarnya dengan agenda koordiasi pelaksanaan agenda dan materi kegiatan AKD (Alat Kelengkapan Dewan).
Hanya saja, agenda tersebut justru dirasa hanya sebagai sebuah pelengkap karena pihaknya lebih banyak belajar di Lombok Tengah.
“Agendanya sebenarnya itu, tapi kok justru lebih kepada bertukar ilmu beberapa hal di Lombok Tengah,” ungkap pria yang ternyata menjadi pemilik salah satu hotel ternama di kawasan KEK Mandalika ini.
Dikatakan, ada beberapa hal yang harus ditiru oleh Lombok Tengah kepada Depok dan ada juga hal-hal penting yang harus ditiru oleh Depok di Lombok Tengah.
Salah satunya adalah mengenai capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah yang masih tergolong minim. Karena dari informasi yang diperloleh saat Kunker ini, capaian PAD seharusnya bisa melampaui target mengingat Loteng sebagai kawasan pariwisata yang tentunya memiliki potensi besar.
Selain itu, pengembangan pariwisata juga seharusnya bisa menjadi ladang sangat ‘basah’ bagi daerah untuk meraup keuntungan sangat besar.
“Kalau kami sarankan, PAD itu bisa dimaksimlakan dari parkir seperti yang kami lakukan di sana (Depok, Red),” sarannya.
Berbicara kelebihan Lombok Tengah sendiri, Tajuddin mengatakan Depok kemungkinan besar akan belajar cara mengelola lalu lintas agar kemacetan yang selama ini terjadi di kota bisa teratasi dengan sistem yang sudah dilakukan oleh Loteng.
“Meskipun belum ada Perda, tapi kami melihat pengelolaan lalu lintas sangat bagus. Walaupun daerah ini sangat padat, tapi bisa dikendalikan,” tukasnya.
Sementara itu, dewan dari Mojokerto justru mengagumi Lombok Tengah sebagai daerah berkembang. Walaupun PAD masih minim, tetapi dia meyakini bahwa ke depan akan ada terobosan yang akan ditelurkan oleh dewan dan pemerintah Loteng untuk menutupi itu semua.
“Kalau melihat perkembangannya, kemungkinan malah bisa melampaui kami di sana,” ungkapnya.
Sementara itu, Jumrah sebagai anggota DPRD Loteng dari Fraksi Demokrat seabgai anggota dewan yang menyambut kedatangan rombongan dari Depok mengatakan pihaknya sangat berterima kasih terhadap kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh dewan dari daerah lain.
Meski ada beberapa kritikan dilontarkan, tetapi justru hal itu menjadi pemicu semangat anggota dewan dan tentunya pihak eksekutif untuk memperbaiki diri ke depan.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Masing-masing daerah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan kita akan memperbaiki diri tentunya,” tandas Jumrah. (fiq)
Editor: Lalu Habib Fadli






