GerbangIndonesia, Mataram – Dinamika Politik yang berkembang di Nusa Tenggara Barat dan gonjang-ganjing seputar partai pengusung serta bongkar pasang pasangan calon pada pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat mulai menemui titik terang.
Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal
Pasangan mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah – Rohmi Djalilah yang sempat mengalami pasang surut, akhirnya hari ini dipastikan oleh salah satu mantan Timses mereka pada Pilgub 2018, tidak bisa berlanjut.
“Informasinya akurat. Paket Zul-Rohmi bubar, beliau berdua tidak bersama lagi untuk Pilgub 2024 mendatang,” kata mantan Timses Zul-Rohmi 2028 silam sekaligus tokoh politik NTB, Dian Sandi Utama (DSU) kepada media, Minggu (26/05/2024).
Dinamika panjang yang dilalui keduanya mengalami titik puncak, meskipun beberapa hari yang lalu TGB sempat menyampaikan bahwa Zul-Rohmi masih berlanjut. Namun DSU menjelaskan bahwa akan sangat susah menyatukan keduanya kembali dengan situasi hari ini jika Paket tersebut terus dipaksakan.
“Zul-Rohmi sudah rapuh, jangan dipaksakan. Saya sendiri lebih setuju paket Bangabah, saya usulkan sudah lama sama Bang Zul dan baru hari ini beliau berikan jawaban pasti,” cetusnya.
Pasangan Bang Zul-Abah Uhel sejatinya bukanlah baru terdengar di telinga masyarakat NTB. Namun selama ini keduanya kerap membantah ketika dikonfirmasi awak media. Bang Zul yang saat itu masih berpasangan dengan Rohmi Djalilah kerap menepis jika diduetkan dengan Suhaili FT sedangkan Suhaili FT juga sempat berpasangan dengan Asrul putra dari Politisi kawakan, Ali BD bahkan keduanya mendaftar bersamaan di beberapa partai, juga menepis isu tersebut.
DSU memang kerap dikaitkan dengan Paket Bang-Abah bahkan dirinya disebut sebagai inisiator karena sudah sejak lama mengusulkan Abah Uhel sebagai Calon Wakil Gubernur untuk Bang Zul.
“Iya benar, itu saya usulkan ke Bang Zul setahun yang lalu, ketika beliau masih menjabat Gubernur. Bang Zul tidak setuju karena beliau menghormati Umi Rohmi yang masih sebagai pasangannya kala itu, namun Umi memilih menjadi Calon Gubernur maka Bangabah ini akhirnya jadi,” jelas DSU.
DSU awalnya sempat membentuk sebuah gerakan yang dinamainya Poros Tengah, namun akhirnya gerakan tersebut dibubarkannya dengan alasan tidak tercapainya kesepakatan untuk mengusung satu Calon Gubernur saja yang maju mewakili Lombok Tengah. Kini akhirnya DSU siap berlabuh mendukung Paket Bangabah.
“Ya, saya akhirnya memilih berlabuh ke Paket Bang-Abah, saya siap deklarasi. Saya bahagia dan siap pimpin pasukan, entah itu relawan nanti atau bagaimana perintah dari Cagub-Cawagubnya saja. Bismillah,” tutup DSU.
Di satu sisi, adik kandung H. Moh. Suhaili FT, H. Ahmad Fuadi mengaku sudah mendapatkan arahan dari DPP Partai Golkar. Arahan tersebut yakni agar Suhaili segera melangsungkan deklarasi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Misalnya sama Bang Zul, kita tunggu beliau juga kapan bisanya. Hari dan tempatnya juga harus sepertujuan mereka berdua (Bang Zul – Abah Uhel),” tandasnya. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli








