
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Ratusan masyarakat Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati, Senin (03/06/2024). Kedatangan masyarakat tersebut menuntut agar pemerintah memutus kerjasama dengan PT. Tiara Citra Nirwana (TCN), lantaran masyarakat menduga perusahaan penyuplai air bersih di Gili Trawangan tersebut merusak lingkungan akibat kebocoran pipa limbah.
Baca Juga: Nikahi Wanita Sumbawa, Pria Asal Malaysia Ditangkap Pihak Imigrasi Lantaran Menyalahi Izin Tinggal
Kepala Dusun Gili Meno, Nasrun mengatakan, ada empat poin yang menjadi tuntutan masyarakat. Di antaranya meminta pemerintah untuk memutus kerjasama dengan PT. TCN karena sudah memberi dampak buruk bagi ekosistem laut di Trawangan, adanya petisi penolakan dari masyarakat Gili Meno dan mengecam keras sistem pengeboran air laut yang berdampak merusak ekosistem laut menjadi sumber kehidupan masyarakat selama ini, kemudian pemerintah daerah diminta segera mengalirkan air bersih dari Gili Air ke Gili Meno dan Gili Trawangan karena sudah ada izin amdal.
“Apabila pemerintah meneruskan kerjasama dengan PT. TCN dan memaksakan masuk ke Gili Meno, maka kami akan mengambil sikap tidak akan membayar pajak retribusi pun sejenisnya kepada pemerintah,” ungkapnya saat menyampaikan tuntutan.
Menanggapi hal tersebut Sekda KLU, Anding Duwi Cahyadi mengungkapkan, terkait dengan dugaan kebocoran limbah yang mengakibatkan kerusakan ekosistem laut di Desa Gili Indah pemerintah meminta agar masyarakat bersurat ke Kementerian terkait pun DLHK Provinsi NTB agar segera ditindaklanjuti.
“Ayo masyarakat bersurat biar nanti kami dari pemerintah yang mendorong,” ujarnya.
Sementara itu, terkait tidak adanya air bersih di Gili Meno, pemerintah sudah berupaya melakukan negosiasi dengan PT. BAL untuk menghidupakan kembali air untuk masyarakat, bahkan, pemerintah juga berencana akan mengakusisi aset PT. BAL di Gili Meno. Sebab diketahui BAL merupakan perusahaan yang beroperasi di Gili Meno saat ini. Hanya saja, beberapa minggu belakangan BAL justru menyetop operasinya sehingga masyarakat di sana kesulitan air.
“Negosiasi saat ini sedang kita upayakan, kita bahkan sudah melakukan pertemuan kaitan dengan rencana pemerintah mengakusisi aset BAL di Gili Meno. Hari ini Bupati sudah perintahkan Asisten II untuk koordinasi dengan GNE dan BAL,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk permintaan masyarakat agar air di Gili Air bisa dialirkan ke Gili Meno dan Trawangan tentu pemerintah harus memiliki kajian yang matang dan juga memperkirakan berapa estimasi anggaran yang dibutuhkan. Karena diketahui di darat saja masih kekurangan air, khawatirnya apabila air dialirkan menggunakan pipa bawah laut air bersih yang keluar justru debitnya kecil.
Baca Juga: Beruntungnya! Bocah SD Dapat Undian Rumah, Event Jalan Sehat HUT PTAM Giri Menang ke-43
“Kita juga harus melihat dari sisi debet air baku apakah nanti akan cukup untuk mengairi tiga gili,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






