Dian Sandi Utama

Oleh: Dian Sandi Utama, Juru Bicara Tim Pemenangan Zulkieflimansyah – Suhaili FT

Suhu politik mulai memanas jelang Pilkada NTB 2024. Perang isu mulai berkembang dan dihembuskan entah oleh siapa dan maksud apa.

Baca Juga: Ribuan Relawan Siap Menangkan Bang Zul – Abah Uhel

Sebenarnya, agak malas juga tanggapi soal partai ini tapi kami harus menghalangi keinginan lawan politik untuk membentuk satu persepsi publik bahwa Bang Zul – Abah Uhel tidak akan bisa maju, makanya kami harus berikan penjelasan

Pertama: Teman-teman ini mulai terbalik cara berfikirnya, sebenarnya yang bisa diragukan untuk tidak dapat partai itu adalah *calon yang berasal dari non-kader atau bukan pengurus partai politik*. Kalau pengurus partai itu sudah pasti dapat partai, setidaknya partai sendiri dulu sebagai pondasinya lalu biasanya kursi tambahan dari calon wakil dan tentu dari partai-partai lain yang selanjutnya bergabung setelah deklarasi pasangan.

Kedua: Mereka bergabung itu ada hitung-hitungannya seperti adanya kesamaan nilai-nilai perjuangan dan *adanya peluang menang besar yang mereka lihat dari hasil survei.

Jadi bukan soal mahar, kalaupun ada permintaan dari partai sejumlah dana, itu adalah anggaran perjuangan nantinya karena mereka juga akan ikut aktif kampanyekan calon, butuh biaya menggerakkan roda organisasi untuk memenangkan paslon. Jadi tolong teman-teman jangan mengatakan bergabung parpol karena persoalan mahar.

Ketiga: Bang-Abah sendiri sudah selesai urusan partai pengusung (13 kursi) sejak beberapa waktu yang lalu tapi kita tidak mau ribut-ribut, itu karena kita menghormati mekanisme internal yang ada di masing-masing partai. Deklarasinya Zul-Uhel dimana Suhaili FT adalah kader internal Golkar dan menjabat Ketua Harian TKD Prabowo-Gibran, malah berpotensi menjadikan paslon ini diusung koalisi gemuk nantinya.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

Keempat: jangan terlalu jauh-lah kita mau membaca alam fikiran elit-elit Jakarta, baik itu soal KIM dll. Hari ini semua masih dinamis, kalaupun kita mau coba analisa dan ikut skema komposisi partai pada Pilpres, masih relate dengan perolehan kursi partai politik di NTB, itu saja tetap masih bisa 3 Paslon. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here