Relawan Danny-Zaki Kecamatan Tanjung saat melakukan konsolidasi pemenangan. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Ketua Koalisi Partai Pengusung paket pasangan bakal calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara Danny-Zaki, Raden Nuna Abriadi optimistis akan mematahakan demokrasi putar balik. Hal ini diungkapkan saat pertemuan relawan pemenangan Danny-Zaki di Kecamatan Tanjung, Senin (29/07/2024).

Baca Juga: Ribuan Relawan Siap Menangkan Bang Zul – Abah Uhel

Politisi PDIP itu menyebut, sudah saatnya membangun demokrasi sehat yang baik. Dalam artian, bukan demokrasi kultural apalagi demokrasi biologis, melainkan demokrasi untuk membangun Lombok Utara ke arah yang lebih baik lagi. Maklum saja, sejak berdirinya KLU tahun 2008 praktis dalam 3 kali gelaran pilkada hanya ada 2 nama yaitu H. Djohan Sjamsu dan H. Najmul Akhyar yang bergantian menjadi pemimpin.

“Semoga KLU ini punya pemerintah yang baru, karena tidak baik juga demokrasi kemudian putar balik, itu tanda demokrasi yang kurang sehat, menandakan bahwa KLU kurang bibit unggul calon pemimpin daerah,” harap dia.

Statemen Dewan Udayana itu cukup beralasan. Pasalnya diketahui dalam gelaran Pilkada medatang H. Najmul Akhyar dan H. Djohan Sjamsu justru bergabung. Yang mana kali ini Putra Djohan Sjamsu yaitu Kusmalahadi dipasangkan dengan Mantan rival Politik Djohan dalam 10 tahun terakhir. Nuna menilai, semua masyarakat menginginkan demokrasi tumbuh subur dan berkembang dengan baik. Agar seluruh elemen masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk memimpin kabupaten termuda di NTB ini.

“Sosok pasangan Danny-Zaky ini, saya berpikir Danny itu adalah sosok teknokrat yah, seorang pengusaha juga, beliau seorang birokrat punya manajerial kepempimpinan yang baik. Jadi ini modal dasar, belum lagi di belakangnya ada partai besar yang sekarang menjadi partai pemerintah,” ujarnya.

“Kemudian sosok Zaky yang merupakan cendekiawan muslim muda. Saya menilai cara berpikir Zaky sangat moderat dan nasionalis,” imbuhnya.

Kegiatan konsolidasi tersebut juga dihadiri Ketua Harian Relawan Pemenangan Danny-Zaky, Raden Satriadi yang akrab disapa Bledur. Kata Nuna, konsolidasi tersebut menjadi persiapan mereka untuk mengadakan deklarasi pasangan Danny-Zaky, yang akan digelar pada 14 Agustus mendatang.

“Saya percaya bahwa koalisi Danny-Zaky diisi oleh Parpol yang mempunyai kompetensi yang luar biasa. Ada Gerindra sebagai partai terbesar dan Presiden terpilih, ada PDIP perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu, ada PKS dan PAN yang saya rasa partai-partai ini adalah partai yang punya warna yang jelas dan garis komando kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nuna mengatakan semua partai dimaksud telah membuktikan dalam perjalanan kontestasi selama 10 tahun belakangan, koalisi yang terbangun oleh koalisi partai-partai di atas mempunyai militansi, mobilitas, dan loyalitas perjuangan yang tidak bisa diragukan lagi.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

“Saya rasa bahwa pasangan ini saling melengkapi dan sehat luar biasa, kita ingin menang maka harus sehat dan tidak boleh sakit, itu syarat mutlak,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here