Penyerahan form model B1-KWK partai Golkar diputuskan resmi diserahkan kepada pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah - Hj. Hanipah Musyafirin di Hotel Golden Palace, Mataram, Senin sore (26/08/2024). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Form model B1-KWK Partai Golkar resmi diserahkan kepada pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST. M. Si, – Hj.Hanipah Musyafirin, S.Pt. MM Inov, di Hotel Golden Palace, Mataram, Senin sore (26/08/2024).

Baca Juga: Ribuan Relawan Siap Menangkan Bang Zul – Abah Uhel

SK dukungan partai pohon beringin itu diserahkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTB, H. Mohan Roliskana di menit-menit akhir jelang pendaftaran 27 – 29 Agustus 2024.

“Keterlambatan penyerahan SK B1-KWK ini bukan disengaja tetapi karena faktor serangkaian survei yang harus dilakukan DPP untuk memastikan calon-calon yang diusung memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada,” ungkap Mohan.

Golkar kata dia, tidak sembarang dalam menentukan calon kepala daerah yang diusung, tetapi melalui serangkaian proses dan survei – survei yang akurat. Sehingga calon kepala daerah yang diusung berpotensi besar memenangkan Pilkada.

“Calon kepala daerah yang menerima SK B1-KWK ini dalam dua kali survei selalu memiliki tingkat elektabilitas dan keterpilihan yang sangat besar. Jadi begitu, Golkar hanya merekomendasikan calon terbaik berdasarkan hasil survei,” cetusnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD II Golkar KSB, Drs. HM Thamzil menyatakan, dukungan Golkar kepada pasangan Amar – Nani sedari awal hingga akhir tidak berubah.

“Dukungan Golkar KSB sudah sesuai seperti rekomendasi awal. Setelah ini, seluruh kader harus bersatu dan bertekad untuk memenangkan calon kepala daerah yang diusung partai,” pungkasnya.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

Duet Amar – Nani rencananya mendaftar ke KPUD pada 29 Agustus mendatang. Pasangan ini diusung oleh mayoritas partai politik yang mendominasi kursi DPRD, antara lain PDIP (5 kursi) PKS (3 kursi) Golkar (3 kursi), PPP (2 kursi) hingga partai non parlemen seperti Partai Gelora. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here