
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara nomor urut 2 Danny-Zaki, menggelar kampanye akbar bertajuk pesta rakyat di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Sabtu (23/11/2024). Dihadapan puluhan ribu masyarakat yang datang, paslon yang diusung oleh tiga partai politik (parpol) tersebut berjanji akan menghapus kepentingan golongan, kelompok, dan keluarga.
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Diungkapkan Calon Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan, dirinya bersama Dr. Zaki Abdillah sepakat untuk membangun Lombok Utara lebih hebat 5 tahun kedepan. Pihaknya tidak hanya ingin memenangkan kontestasi semata, melainkan juga akan menghapus kepentingan golongan, kelompok, dan kedekatan keluarga yang selama ini seolah tumbuh subur di kabupaten termuda di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.
“Kita ingin hadirkan pesta demokrasi yang menginspirasi kita semua. Kita harus merdeka, tidak boleh ada tekanan, intimidasi, masyarakat KLU ingin wujudkan pesta demokrasi yang bermartabat. Kemenangan kita nantinya adalah kemenangan rakyat bersama,” ujarnya.
Danny menilai, kepentingan kepentingan tertentu menjadi penghambat kemajuan daerah. Lantaran tersandera oleh politik balas dendam, terlebih mengutamakan aspek keluarga hal ini disebutnya merupakan gaya lama yang membuat daerah tidak bisa berkembang. Sehingga ketika menjabat nanti dirinya bersama Zaki Abdillah berkomitmen menciptakan birokrasi yang sehat dan profesional.
“Hari ini adalah puncak perjuangan dari kampanye kampanye sebelumnya, ribuan titik sudah sepakat bahwa kita satu tujuan, kita buktikan pada 27 November bersama memenangkan kontestasi pilkada,” tandansya.
Sementara itu, Ketua Tim Koalisi paslon Danny-Zaki Raden Nuna Abriadi menjelaskan, dalam momen ini merupakan salah satu pesan untuk penguasa bahwa masyarakat tidak ingin mengulangi cara yang tidak berkeadilan. Cukup 15 tahun wajah Lombok Utara dianggap begini-begini saja, nyaris tidak ada perubahan berarti dalam kepemimpinan sebelumnya. Belum lagi ASN, tenaga kontrak, serta kepala desa dijadikan alat politik oleh kekuasaan bukannya malah menjadi pelayan masyarakat.
“Mereka malah menunjukan wajah rakus akan kekuasaan, seolah tidak ada wajah generasi pemimpin lain di Lombok Utara. Kita hentikan menggunakan Kepala Desa untuk jadi alat kekuasaan, 15 tahun sudah tenaga honorer jadi alat itulah wajah kekuasaan yang ditampilkan secara gamblang. Kita tidak inginkan hal itu terulang kembali, biarkan masyarakat bebas merdeka tentukan pilihan tanpa dibayar dengan bansos,” jelasnya.
Politisi PDIP ini berkomitmen, akan menghapus cara-cara yang mementingkan golongan, kelompok, dan keluarga ketimbang masyarakat. Terlebih program yang ditawarkan oleh Danny-Zaki merupakan kebutuhan dasar yang memang dibutuhkan oleh masyarakat Lombok Utara. Ia berjanji akan menghadirkan rasa aman nyaman bagi siapapun, terutama dalam demokrasi kedepan.
“Apakah 1 dokter 1 desa bisa terwujud, itu janji yang tidak tertunaikan. Apakah 3 ribu wirausahawan baru terwujud, janji manis itu tidak pernah terwujud. Danny-Zaki menawarkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga mari kita buktikan pada 27 November kita antar pasangan ini menang Pilkada KLU,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







