Acara Halal Bihalal Ikatan Santri Alumni Ponpes Attamimy yang digelar Ahad 6 April 2025. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lombok Tengah, – Istilah “Haflah” Tilawatil Qur’an yang kini akrab di telinga masyarakat dicetuskan oleh Almagfurullah TGH Ahmad Khairi Adnan, ulama kharismatik pendiri Pondok Pesantren Attamimy Brangsak Tiwugalih.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Hal itu diungkapkan oleh pengasuh Ponpes Attamimy saat ini, TGH Lalu Ahmad Tamim Khairi, dalam acara Halal Bihalal Ikatan Santri Alumni Ponpes Attamimy yang digelar Ahad 6 April 2025.

“Waktu itu, TGH Akhyar Rosidi dari Masbagik sampai takjub mendengar istilah ‘haflah’ yang diperkenalkan oleh Abah Khairi. Ia bahkan mengatakan, ‘Wah bedengah lek Jawe’, yang artinya ‘saya baru dengar ini di Jawa’,” kenang TGH Tamim di hadapan para alumni.

Menurutnya, istilah “haflah” yang kini identik dengan kegiatan keagamaan, khususnya pembacaan Al-Qur’an secara resmi dan meriah, dulunya belum lazim digunakan di Lombok Tengah.

Ajakan Silaturahmi Tahunan Alumni

Acara Halal Bihalal ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi atas jasa-jasa para pendiri pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, TGH Tamim mengusulkan agar setiap tanggal 3 Syawal dijadikan momen khusus pertemuan alumni.

“Ini penting untuk menjaga koneksi dan memperkuat kontribusi alumni demi kemajuan Ponpes Attamimy,” ujarnya.

Komitmen Merawat Warisan Ulama

Ketua Yayasan Ponpes Attamimy, Lalu Nashan Khairi, dalam sambutannya mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga eksistensi pesantren sebagai warisan intelektual dan spiritual TGH Lalu Ahmad Khairi Adnan.

“Kita punya tanggung jawab besar untuk merawat dan menjaga pesantren ini. InsyaAllah, pesantren ini akan terus hidup hingga hari kiamat,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan alumni, TGH Fathul Haq, mengingatkan pentingnya menjaga keyakinan terhadap keberkahan guru-guru pendiri ponpes.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

“Jangan pernah meragukan keberkahan Abah Khairi. Al barokatu fil khidmah (keberkahan itu ada dalam pengabdian),” ungkapnya dengan nada haru. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here