Foto gantung diri. FOTO ILUSTRASI/NET

GerbangIndonesia, Lombok Timur – Sebuah kejadian memilukan terjadi di Kecamatan Keruak, Lombok Timur, pada Kamis malam (01/05/2025), ketika seorang pria berusia 33 tahun berinisial II ditemukan meninggal dalam posisi tergantung di lorong sempit di antara dua rumah.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Korban yang merupakan warga Dusun Batu Rimpang itu diketahui baru saja membina rumah tangga selama satu minggu sebelum kejadian tragis tersebut menimpa. Menurut sejumlah saksi dan pihak keluarga, malam itu terjadi perselisihan antara korban dan istrinya berkaitan dengan penggunaan media sosial.

Sekitar pukul 22.30 WITA, korban sempat menyampaikan permintaan maaf kepada istrinya yang sedang makan malam. Setelah itu, ia keluar rumah, sementara sang istri pergi sebentar untuk belanja kebutuhan.

Ketika kembali, istri korban tak mendapati suaminya di dalam rumah. Panggilannya tak dijawab. Dalam keadaan gelisah, ia memeriksa sekitar rumah hingga akhirnya menemukan tubuh sang suami tergantung dengan tali rafia berwarna biru di celah sempit antara rumah mereka dan rumah tetangga. Posisi tubuh korban menunjukkan bahwa sebagian kaki masih menyentuh tanah, namun tidak merespons.

Teriakan panik dari sang istri mengundang perhatian ibunda korban yang langsung memeluk anaknya dalam kondisi tak sadarkan diri. Seorang warga sekitar bernama Ridian segera datang memotong tali dan bersama beberapa orang lainnya membawa korban ke Puskesmas Keruak.

Petugas medis yang melakukan pemeriksaan menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kecuali bekas jeratan di leher. Berdasarkan informasi dari kerabat dekat, korban diketahui mengalami tekanan batin yang cukup berat, terutama terkait masalah finansial. Ia pernah menanyakan kepada istrinya cara mendapatkan uang dalam jumlah besar, serta beberapa kali tampak marah ketika sang istri memainkan ponselnya.

Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity

Keluarga korban memutuskan untuk tidak melanjutkan proses otopsi dan menerima kejadian ini sebagai takdir. Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan awal telah selesai dan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kasus ini. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here