Dr. Lalu M. Iqbal Murad. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Mataram – Usai resmi dilantik pekan lalu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad langsung bergerak cepat. Salah satunya, menyiapkan program-program nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para mustahik atau penerima zakat.

Baca Juga: Launching HARSA NTB di Karang Bayan, Komitmen Bangkitkan Kemandirian Kaum Difabel

“Baznas NTB harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengurai jaring laba-laba kemiskinan. Program kita harus turun langsung ke masyarakat, mendekatkan pelayanan umat,” tegas Iqbal Murad saat ditemui usai rapat koordinasi internal, Selasa (10/06/2025).

Salah satu program andalan Baznas NTB tahun ini adalah pemberdayaan usaha kecil dengan skema gerobak jualan dan permodalan. Total sebanyak 300 unit gerobak akan dibagikan ke seluruh kabupaten/kota se-NTB. Masing-masing daerah akan menerima 20 unit, sementara sisanya akan dialokasikan di tingkat provinsi.

“Gerobak ini akan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama para mustahik yang berpotensi berkembang, agar mereka mampu naik kelas dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki) atau paling tidak menjadi pemberi sedekah,” ujar pria dengan senyum ciri khasnya ini.

Tidak hanya dalam bentuk bantuan usaha, Baznas NTB juga akan aktif turun ke masjid-masjid setiap hari jumat untuk memberikan layanan kesehatan keliling dan pembagian makanan siang bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dirancang untuk menggantikan model pelayanan konvensional yang hanya terpusat di kantor.

“Kami yang akan datang ke masyarakat. Pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, semuanya harus menyasar langsung titik-titik padat mustahik,” jelasnya.

Dalam mendukung keberlanjutan usaha penerima manfaat, Baznas NTB juga menjajaki kerja sama dengan lembaga ekonomi di kampus-kampus dan lembaga pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pendampingan usaha dan memantau indikator kemajuan para penerima bantuan.

“Transformasi dari mustahik menjadi muzakki adalah tujuan besar kita. Mereka yang awalnya hanya menerima, harus kita bantu agar suatu saat mampu memberi,” pungkas Iqbal Murad.

Lanjut Iqbal Murad, Baznas NTB sebagaimana amanat Undang-Undang membagi pola bantuan dalam dua jenis, yakni konsumtif dan produktif. Bagi mereka yang tidak memungkinkan bekerja karena keterbatasan tertentu, akan diberi bantuan konsumtif. Sedangkan bagi yang masih mampu bekerja, akan didorong melalui bantuan produktif agar bisa berkembang secara mandiri.

Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen

Program ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan peran Baznas dalam mendukung visi pembangunan NTB, terutama dalam aspek pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat akar rumput. (abi)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here