Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mempertegas komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan data terpadu. Komitmen tersebut mengemuka saat Pemkab Lombok Timur menerima kunjungan Tim Monitoring Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting, Rabu (24/6/2026), di Ruang Rapat Bappeda Lombok Timur.

Tim monitoring yang hadir berasal dari Bank Dunia, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Poltekkes Mataram. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda monitoring dan evaluasi terhadap program pendampingan percepatan penurunan serta pencegahan stunting di daerah.

Lombok Timur menjadi salah satu dari lima daerah yang masuk dalam program pendampingan tersebut. Selain Lombok Timur, daerah lain yang turut terpilih yaitu Bandung Barat, Lebak, Mamuju, dan Landak. Melalui program ini, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat strategi penanganan stunting agar lebih tepat sasaran.

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi ruang penting untuk mengevaluasi program yang telah berjalan. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama, data yang kuat, serta intervensi yang langsung menyentuh masyarakat.

Ia mengakui, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah belum terintegrasinya data secara menyeluruh. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena data merupakan dasar utama dalam menentukan sasaran program, lokasi intervensi, hingga bentuk pendampingan yang dibutuhkan.

Dari hasil pembahasan bersama tim monitoring, terdapat beberapa aspek yang perlu terus diperkuat. Di antaranya tata kelola pembiayaan, konvergensi program di desa, serta pemetaan sumber daya manusia yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan pembacaan data pada 2024, 2025, hingga 2026, ditemukan pola kasus yang cenderung sama. Risiko stunting meningkat setelah anak memasuki usia enam bulan, kemudian mulai menurun secara bertahap setelah anak melewati usia sekitar dua tahun enam bulan.

Untuk merespons kondisi tersebut, Pemkab Lombok Timur telah menjalankan sejumlah program inovatif. Salah satunya yakni Juber Genting atau Jumat Berkah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Kegiatan ini digelar secara rutin setiap Jumat di kantor-kantor desa.

Gerakan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung pemerintah daerah dalam memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pencegahan stunting. Melalui program ini, pemerintah berupaya membangun keterlibatan bersama dalam membantu keluarga berisiko stunting.

Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga memperluas edukasi melalui penyuluh agama. Para penyuluh dilibatkan untuk menyampaikan pesan pencegahan stunting serta bahaya perkawinan usia anak dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Kampanye pencegahan juga dilakukan melalui pendekatan kreatif dengan melibatkan pembuat konten, pegiat seni rupa, dan komunitas musik. Mereka diajak menyuarakan gerakan “Stop Perkawinan Anak dan Cegah Stunting” agar pesan tersebut dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga memberikan perhatian terhadap peran para operator data. Ia berharap keberadaan operator dapat diperkuat dengan Surat Keputusan Bupati, sehingga mereka memiliki dasar hukum dan tanggung jawab formal dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, perwakilan Kemendagri, Iin Afriana, menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan salah satu isu strategis nasional. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan program yang disusun tidak hanya masuk dalam dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan sampai ke tingkat desa.

Ia menekankan pentingnya pemetaan masalah secara lebih detail. Dengan data yang terintegrasi, intervensi dapat diarahkan secara lebih spesifik kepada desa atau kelurahan yang menjadi lokus utama penanganan stunting.

Pemanfaatan aplikasi digital juga menjadi bagian penting dalam program pendampingan ini. Aplikasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai sumber data agar pemerintah daerah dapat menentukan sasaran program dengan lebih akurat.

Melalui penguatan data, kolaborasi lintas sektor, dan intervensi yang lebih fokus, penanganan stunting di Lombok Timur diharapkan semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.(dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here