
GerbangIndonesia, Sumbawa – Pengurus Asosiasi Pedagang Asongan (APA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal melantik kepengurusan APA Kabupaten Bima dan Kota Bima, Kamis (03/07/2025). Keesokan harinya, Jumat (04/07/2025), giliran pengurus APA Kabupaten Sumbawa yang akan resmi dilantik.
Pengurus APA NTB saat berlabuh di Pelabuhan Poto Tano, Selasa Subuh (01/06/2025). FOTO IST/GERBANG INDONESIA
Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan struktur organisasi APA hingga ke tingkat kabupaten/kota, guna memperluas jangkauan advokasi dan pembinaan terhadap pelaku usaha sektor informal, khususnya pedagang asongan.
Ketua Umum APA NTB, Kamarudin bersama Bendahara Elmiati, Wakil Bendahara Carravany, dan Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Lalu Habib Fadli, telah berada di Pulau Sumbawa sejak Selasa subuh (01/07/2025) untuk mempersiapkan dua momentum penting tersebut.
“Kami datang lebih awal untuk memastikan seluruh proses berjalan baik. Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk memperkuat organisasi dan memperjuangkan kepentingan pedagang asongan menuju NTB Makmur Mendunia,” ujar Kamarudin.
Lanjut Komeng sapaan akrabnya, pelantikan di Bima akan digelar terlebih dahulu, dan disusul kegiatan serupa di Sumbawa pada hari berikutnya. Kehadiran APA di dua wilayah tersebut diharapkan menjadi penguat bagi komunikasi antara pedagang asongan dan pemerintah daerah.
Komeng menambahkan, APA akan terus mendorong agar pedagang asongan memiliki ruang usaha yang layak, pendampingan usaha, serta akses terhadap pelatihan dan pemberdayaan ekonomi.
“APA adalah wadah perjuangan bersama. Dengan terbentuknya kepengurusan resmi di Kabupaten, Kota Bima dan Sumbawa, kami berharap akan muncul sinergi positif dengan berbagai pihak, termasuk pemda, untuk memperjuangkan kesejahteraan pelaku ekonomi kecil,” tegasnya.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Selain pelantikan, jajaran pengurus APA NTB juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke lapangan untuk berdialog langsung dengan pedagang asongan di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini guna menyerap aspirasi dan memetakan kebutuhan riil di lapangan. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli






