GerbangIndonesia, Lombok Timur — Aksi kejahatan digital kembali menyasar pejabat publik. Kali ini, nomor WhatsApp milik Wakil Bupati Lombok Timur, M. Edwin Hadiwijaya, diretas oleh oknum tak dikenal dan disalahgunakan untuk melakukan penipuan dengan modus meminta uang.

Informasi tersebut mencuat setelah sejumlah orang yang memiliki kontak pribadi Wakil Bupati menerima pesan dengan nada mendesak. Dalam pesan itu, pelaku mengaku sebagai Edwin dan meminta bantuan dana karena alasan penting.

Mengetahui adanya penyalahgunaan nomor tersebut, M. Edwin langsung memberikan klarifikasi resmi melalui rekaman video yang beredar di berbagai grup WhatsApp dan media sosial.

“Saya tegaskan bahwa nomor WhatsApp saya telah diretas dan tidak lagi saya gunakan. Jadi, bila ada pihak yang menghubungi dan meminta sesuatu atas nama saya, mohon diabaikan,” ujar Edwin dalam pernyataannya pada Senin (20/10/2025).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah. Menurutnya, tindakan tersebut merugikan banyak pihak dan dapat mencoreng kepercayaan publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Dinas Kominfo Lombok Timur, Dedy, menjelaskan bahwa aksi peretasan seperti ini bisa terjadi melalui berbagai cara.

“Kasus pembajakan akun WhatsApp umumnya disebabkan oleh pencurian kode verifikasi melalui rekayasa sosial, SIM swap, atau karena adanya aplikasi berbahaya yang terpasang tanpa disadari oleh pengguna,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan dengan mengaktifkan fitur two-step verification pada aplikasi WhatsApp. “Fitur itu menjadi lapisan keamanan tambahan, sehingga meskipun nomor berhasil diretas, pelaku tetap tidak dapat mengakses akun tanpa memasukkan PIN pribadi pengguna,” tambah Dedy.

Peretasan terhadap akun pribadi pejabat daerah ini menjadi pengingat bahwa kejahatan siber bisa menimpa siapa saja. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mencurigakan, terlebih jika berkaitan dengan permintaan uang.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here