GerbangIndonesia, Lombok Timur — Upaya penataan dan pembenahan Pasar Pancor, Kecamatan Selong, kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kepala Pasar Pancor, Rudy Wahyudi,SAP, bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur yang dipimpin oleh Hadi Fathurrahman, S.Sos, melakukan langkah awal konsolidasi dan pemetaan masalah di lapangan untuk meningkatkan keteraturan dan kenyamanan pasar, Rabu (05/11/2025).
Rudy Wahyudi menjelaskan, pasar tradisional memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pusat perbelanjaan modern, terutama dari sisi dinamika pedagang dan perilaku transaksi. Menurutnya, pedagang UMKM di pasar tradisional umumnya menggantungkan pendapatan sepenuhnya dari penjualan harian, sehingga proses penataan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih persuasif.
“Penataan di pasar tradisional tidak bisa dilakukan secara kaku. Setiap pedagang punya karakter berbeda dan mereka bergantung penuh pada hasil penjualan setiap hari,” jelas Rudy. “Tugas kami adalah menciptakan pasar yang lebih tertata tanpa mengganggu aktivitas ekonomi mereka.”
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, menegaskan bahwa salah satu tantangan besar dalam pengelolaan pasar tradisional adalah tidak adanya sistem pendataan transaksi yang jelas. Berbeda dengan supermarket yang memiliki pencatatan digital dan bukti transaksi seperti struk, pedagang pasar tradisional sering bertransaksi secara tunai tanpa dokumentasi.
“Perputaran uang di pasar tradisional sulit dihitung karena transaksi tidak tercatat. Tidak ada faktur, struk pembelian, atau bukti retur barang seperti di pusat perbelanjaan modern,” tegas Hadi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat dinas kesulitan memperoleh data akurat terkait arus barang, besarannya omzet, maupun potensi inflasi yang terjadi di tingkat pasar rakyat.
“Secara regulasi, kepala pasar memiliki kewajiban untuk melaporkan arus barang dan omzet pedagang. Namun di lapangan, tantangannya besar karena pedagang tersebar dan jenis barang beragam,” ujarnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Hadi Fathurrahman juga melihat langsung sejumlah masalah fisik pasar, seperti drainase yang kurang baik, area yang rawan genangan saat hujan, hingga beberapa titik atap yang mengalami kebocoran. Menurutnya, pembenahan infrastruktur menjadi bagian dari rencana revitalisasi Pasar Pancor.
“Kami telah menginventarisir semua keluhan dan kondisi fisik pasar. Hasil pantauan ini akan menjadi dasar dalam program revitalisasi ke depan,” tambahnya.
Selain penataan fisik, Disperindag juga menyiapkan langkah pembinaan terhadap pedagang melalui kegiatan silaturahmi dan pendataan ulang. Pendekatan ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi dan memperoleh data kebutuhan pedagang secara lebih tepat.
“Kami tidak hanya ingin membenahi bangunan, tetapi juga membangun sistem yang mendukung aktivitas pedagang,” kata Hadi.
Di tahap awal, Dinas Perdagangan dan pengelola pasar sedang merapikan dokumen kerja sama (MoU) agar sesuai dengan regulasi terbaru, sebagai dasar pengelolaan aset dan distribusi barang di pasar.
Dengan adanya sinergi antara dinas dan pengelola pasar, revitalisasi Pasar Pancor diharapkan mampu menciptakan pasar tradisional yang tertata, bersih, dan memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang.(dan)







