
GerbangIndonesia, Mataram – Puluhan pelaku usaha kecil dan anggota Asosiasi Pedagang Asongan (APA) Nusa Tenggara Barat antusias mengikuti Workshop Pengembangan Wirausaha Hijau bagi Pelaku UMKM, hasil kolaborasi antara Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Kegiatan berlangsung di Lesehan Taliwang Nada, Kota Mataram, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: NTB Panen Medali di Porwanas Banjarmasin, Buntuti Tuan Rumah di Posisi Puncak Klasemen
Workshop ini dihadiri oleh sejumlah dosen, akademisi, dan perwakilan komunitas UMKM dari berbagai daerah. Tujuannya adalah memperkenalkan konsep wirausaha hijau berkelanjutan yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman dalam praktik bisnis.
Sekretaris APA NTB, Harianto didapuk menjadi pemateri kedua, sementara pemateri pertama berasal dari Malaysia. Dalam paparannya, Harianto membawakan tema “Interaksi Nilai Islam dalam Wirausaha Sosial Hijau untuk Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan.”
“Tema ini sangat relevan dengan kondisi pelaku UMKM, khususnya para pedagang asongan di NTB. Dalam berwirausaha, nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan harus menjadi perhatian utama,” ujar Harianto.
Ia mengungkapkan, keterlibatan APA NTB dalam kegiatan ini berawal dari undangan resmi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, yang meminta dirinya menjadi narasumber sekaligus membawa sekitar 40 anggota dan pengurus APA NTB untuk ikut serta.
“Pelatihan seperti ini sangat penting bagi kami untuk memperluas wawasan dan memahami aspek spiritual serta sosial dalam berwirausaha. Kami berterima kasih kepada UIN Mataram yang telah melibatkan APA NTB. Harapan kami, ke depan bisa ada kerja sama berkelanjutan, misalnya melalui MoU antara APA NTB dan LP2M UIN Mataram,” jelasnya.
Harianto menambahkan, kegiatan edukatif seperti ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha kecil untuk bertransformasi menuju ekonomi hijau yang berkeadilan.
“Semua orang memiliki hak yang sama untuk berkembang. Pedagang asongan pun berhak mendapatkan kedudukan setara di mata pemerintah dan lembaga pendidikan. Inilah wujud nyata menuju NTB yang Makmur dan Mendunia,” tegasnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Mataram, Dr. Muhamad Yusup, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dirancang lama sebagai bagian dari upaya UIN untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM di NTB.
“Kami ingin program ini berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sekali jalan. Dunia akademik harus hadir memberi dukungan, mulai dari pelatihan manajemen, pelabelan produk, hingga sertifikasi halal melalui lembaga halal UIN Mataram,” jelasnya.
Dr. Yusup juga menegaskan bahwa penguatan UMKM membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.
“Saya kagum melihat semangat teman-teman APA NTB. Mereka ini sudah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi rakyat. Maka kami di UIN Mataram siap mendampingi dan merangkul agar pelaku usaha lokal bisa naik kelas dan lebih kompetitif,” ujarnya.
Ketua APA NTB, Kamarudin mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah nyata membangun kesadaran dan kapasitas pelaku UMKM di NTB.
“Terima kasih kepada UIN Mataram dan UTEM Malaysia atas kesempatan luar biasa ini. Kami merasa dihargai dan didengarkan. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut agar pedagang asongan di NTB semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” kata Komeng, sapaan Ketua APA NTB.
Workshop ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas penerapan praktik bisnis ramah lingkungan serta strategi meningkatkan daya saing produk lokal.
Baca Juga: PLN Icon Plus dan Pemprov NTB Bersinergi Wujudkan Bumi Gora Menuju Green & Smart Productivity
Kegiatan kolaboratif ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia akademik, pelaku usaha, dan komunitas akar rumput dapat berjalan bersama untuk membangun ekonomi hijau berkelanjutan, dengan semangat Islam, solidaritas sosial, dan keberlanjutan lingkungan. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







