Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB (09/01/2025). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Si., melakukan gebrakan besar dalam penataan birokrasi lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator pada Jumat (09/01/2026), Gubernur Iqbal menegaskan bahwa jabatan bukanlah sebuah hak yang melekat selamanya, melainkan amanah yang menuntut integritas dan kinerja nyata.


Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan hasil evaluasi mendalam selama sepuluh bulan terakhir. Langkah rotasi, mutasi, hingga demosi diambil untuk memastikan mesin pemerintahan bekerja lebih efektif, profesional, dan selaras dengan visi pembangunan daerah.

“Saya tidak memiliki beban politik dengan siapapun. Penilaian dilakukan secara obyektif berdasarkan loyalitas terhadap visi kepemimpinan, komitmen, dan kinerja,” tegasnya di hadapan para pejabat yang dilantik.

Beliau juga mengingatkan bahwa Pemprov NTB harus segera “berlari” mengejar ketertinggalan target pembangunan. “Kita sudah kehilangan hampir satu tahun. Sekarang saatnya mesin pemerintahan ini mengejar target dan visi pembangunan NTB,” tambahnya.


Mutasi kali ini cukup mengejutkan publik karena adanya fenomena pejabat yang mendapatkan posisi strategis (promosi/rotasi setara) dan beberapa pejabat yang harus mengalami penurunan eselon (demosi).

Beberapa nama yang menempati posisi strategis baru di antaranya:

Baiq Nelly Yuniarti: Sebelumnya Kepala BPSDMD, kini dipercaya menjabat Kepala Bappeda NTB.

Ahsanul Khalik: Dari Staf Ahli kini menjabat Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Jubir Pemprov NTB.

Lalu Herman Mahaputra (Dokter Jack): Sebelumnya Dirut RSUP NTB, kini menjabat Kepala Bapenda NTB.

Fathul Gani: Sebelumnya Kasat Pol PP menjabat Asisten I Setda NTB.

Muhammad Riadi: Dari Biro Umum bergeser menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Di sisi lain, terdapat sejumlah pejabat yang mengalami “demisioner” atau turun jabatan ke eselon di bawahnya (Eselon III/Kabid), yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai pejabat “buntung”. Di antaranya:

Hairul Akbar: Sebelumnya Kepala Biro Administrasi Pimpinan, kini menjadi Kabid Budidaya Kesehatan Hewan.

Najamudin Amy: Sebelumnya Kepala Biro Ekonomi, kini menjabat Kabid Kelembagaan BKD NTB.

Nuryanti: Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, kini duduk sebagai Kabid Deposit Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Muhammad Taufieq Hidayat: Sebelumnya Karo Organisasi, kini menjadi Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag.


Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa proses mutasi ini telah sesuai dengan aturan dan mengantongi persetujuan teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Terkait adanya pejabat yang turun eselon, hal tersebut murni berdasarkan hasil evaluasi kinerja oleh pimpinan.

“Tentu mereka yang demosi masih ada peluang. Setiap tiga bulan akan dilakukan evaluasi oleh pimpinan. Jika menunjukkan kinerja yang baik, akan diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi ulang atau job fit,” jelas Ahsanul Khalik.

Gubernur Iqbal menutup sambutannya dengan mengajak seluruh aparatur untuk meniatkan pengabdian sebagai ibadah dan bekerja secara profesional demi manfaat nyata bagi masyarakat NTB. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here