Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis untuk memperluas penguatan ekonomi masyarakat desa. Program ini diposisikan sebagai pelengkap bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah lebih dulu beroperasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lombok Timur, Hambali, menyampaikan bahwa keberadaan koperasi tidak akan menggeser fungsi BUMDes. Ia menilai keduanya memiliki peran berbeda yang justru dapat saling mendukung dalam mendorong aktivitas ekonomi warga.
“BUMDes sudah memiliki kekuatan tersendiri, sementara koperasi akan memperluas jangkauan usaha. Jadi keduanya bisa berjalan bersama,” ujarnya, Sabtu (28/03/2026).
Menurutnya, kondisi permodalan BUMDes saat ini sudah cukup kuat di masing-masing desa. Di sisi lain, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi wadah baru bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha yang lebih variatif.
Namun, dalam proses pelaksanaannya, sejumlah kendala masih dihadapi. Persoalan utama yang muncul adalah keterbatasan lahan di beberapa desa untuk pembangunan fasilitas koperasi.
Hambali menjelaskan, beberapa wilayah masih terkendala masalah administrasi tanah, kesiapan lokasi, hingga kondisi lahan yang belum layak digunakan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator untuk membantu desa menemukan solusi atas persoalan tersebut.
Pada tahap awal, pembangunan koperasi akan diprioritaskan di desa yang telah siap dari sisi lahan dan administrasi. Sementara desa lainnya yang masih mengalami hambatan akan diproses secara bertahap melalui evaluasi lanjutan.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 254 desa dan kelurahan, sekitar 70 desa saat ini sudah memasuki tahap pembangunan Koperasi Merah Putih. Sisanya masih dalam proses penyiapan dan penyelesaian kendala teknis di lapangan.(dan)








