
GerbangIndonesia, Mataram – Bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTB mulai menghangat. Sejumlah nama telah mencuat sebagai bakal kandidat yang akan bertarung dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.
Tiga figur yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon yakni H. A. Rahman atau yang akrab disapa H. Man, Syamsul Fikri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTB, serta Raden Rahardian Soedjono yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi III DPRD NTB.
Salah satu kandidat, Syamsul Fikri mengungkapkan bahwa hingga saat ini dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) mulai mengarah kepadanya. Ia mengaku telah membangun komunikasi dengan struktur partai di tingkat kabupaten/kota.
“Sejauh ini, hasil komunikasi dengan DPC-DPC cukup positif. Kita sudah membangun semuanya dari awal, tapi tentu ini masih proses dan kita belum tahu keputusan akhirnya seperti apa,” ujar Fikri.
Meski demikian, Fikri menegaskan bahwa seluruh proses akan tetap mengikuti mekanisme partai, termasuk menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ia menyebutkan bahwa informasi yang diterima saat ini masih berkaitan dengan tahapan teknis pelaksanaan Musda.
“Kami masih menunggu arahan dari DPP. Informasi sementara terkait mekanisme, termasuk pelaksanaan diklat teknis yang berkaitan dengan Musda di wilayah NTB,” katanya.
Sementara itu, kandidat lainnya, Raden Rahardian Soedjono mengaku belum melakukan persiapan khusus secara pribadi. Ia menegaskan akan sepenuhnya mengikuti mekanisme partai.
“Kalau secara pribadi belum ada persiapan khusus. Semua kita serahkan ke mekanisme partai. Tapi kalau memang diperintahkan, pada prinsipnya kita siap,” ujarnya.
Raden juga mengakui bahwa komunikasi antar kader dan pengurus partai sudah mulai terjalin menjelang Musda, meskipun jadwal pelaksanaan secara resmi belum ditetapkan.
Di sisi lain, nama H. Man sebagai Wali Kota Bima turut menjadi perhatian dalam bursa ini. Kehadirannya dinilai sebagai figur kuat yang berpotensi meramaikan kontestasi, mengingat pengalaman dan basis politik yang dimilikinya.
Di tengah dinamika tersebut, posisi Ketua DPD Demokrat NTB saat ini, Indra Jaya Usman (IJU), juga menjadi sorotan. Ia diketahui tengah menghadapi persoalan hukum, yang turut mempengaruhi dinamika internal partai menjelang Musda.
Situasi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong menguatnya kontestasi di internal Demokrat NTB, sekaligus membuka peluang bagi munculnya kepemimpinan baru.
Musda Partai Demokrat NTB sendiri akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan, sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. (abi)







