Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar forum koordinasi lintas pihak untuk merespons dinamika di sektor peternakan ayam broiler. Pertemuan ini mempertemukan pemerintah daerah, perusahaan mitra, serta perwakilan peternak guna membahas persoalan energi dan mutu bibit yang belakangan menjadi perhatian.
Rapat dipimpin oleh Bupati H. Haerul Warisin bersama jajaran dinas teknis. Dalam pembahasan, pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas usaha peternakan melalui langkah-langkah terukur dan kolaboratif.
Salah satu fokus utama adalah rencana penyesuaian penggunaan energi dari elpiji subsidi menuju non-subsidi. Pemerintah meminta dilakukan pemetaan kebutuhan gas secara menyeluruh agar kebijakan tersebut tidak mengganggu operasional peternak, terutama skala kecil.
Selain itu, mutu Day Old Chick (DOC) turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah mendorong perusahaan mitra untuk menjaga standar kualitas bibit serta meningkatkan pendampingan teknis kepada peternak, terutama dalam pengelolaan kandang dan sistem pemanasan yang dinilai berpengaruh besar terhadap hasil produksi.
Sebagai opsi tambahan, dibahas pula pemanfaatan teknologi alternatif untuk pemanas kandang, termasuk penggunaan bahan bakar non-konvensional. Pemerintah akan melakukan evaluasi langsung sebelum menerapkan solusi tersebut secara luas.
Dari sisi perusahaan, disampaikan bahwa bibit yang disalurkan telah memenuhi standar produksi. Namun, mereka menilai permasalahan di lapangan lebih banyak disebabkan oleh faktor teknis seperti kondisi kandang dan pengelolaan suhu.
Sementara itu, perwakilan peternak menyampaikan adanya ketidaksesuaian bobot DOC yang diterima dibandingkan standar yang diinformasikan. Mereka juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar produktivitas dapat ditingkatkan.
Persoalan lain yang mengemuka adalah keterbatasan pasokan elpiji non-subsidi, khususnya tabung 12 kilogram, yang dinilai semakin sulit diperoleh karena tingginya permintaan di berbagai sektor.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus melindungi kepentingan peternak rakyat.(win)







