Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Meningkatnya jumlah anjing liar di sejumlah wilayah Lombok Timur mendorong pemerintah daerah mengambil kebijakan baru yang lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah menginisiasi program pengendalian populasi dengan fokus pada sterilisasi dan vaksinasi.

Langkah tersebut dibahas dalam sebuah workshop yang digelar pada Kamis (30/4/2026), melibatkan dokter hewan, unsur Dinas Kesehatan, komunitas pecinta hewan, hingga organisasi non-pemerintah dari luar negeri.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa pendekatan lama berupa pemusnahan tidak lagi relevan untuk diterapkan. Selain berpotensi menimbulkan reaksi negatif, cara tersebut dinilai tidak memberikan solusi jangka panjang terhadap pertumbuhan populasi.

Ia menyebutkan bahwa sterilisasi merupakan metode yang lebih efektif dalam menekan jumlah anjing liar, namun pelaksanaannya harus dilakukan secara berkesinambungan. Program ini membutuhkan dukungan tenaga profesional, anggaran yang memadai, serta perencanaan yang matang.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi kendala berupa belum tersedianya data pasti terkait jumlah populasi anjing liar. Oleh karena itu, forum workshop diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret, termasuk peluang kerja sama dengan lembaga internasional yang turut hadir.

Selain itu, persoalan sampah turut menjadi perhatian utama. Tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik disebut sebagai salah satu faktor yang memicu meningkatnya populasi anjing liar di lingkungan permukiman. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah.

Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing di Lombok Timur. Sementara hingga awal tahun 2026, jumlah kasus telah mencapai puluhan. Meski demikian, daerah ini masih mempertahankan status bebas rabies yang harus terus dijaga.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga ahli, dan masyarakat, diharapkan program pengendalian ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus tetap memperhatikan kesejahteraan hewan.(dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here