
GerbangIndonesia, Mataram — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep melakukan kunjungan kerja ke Pulau Lombok, Sabtu (02/05/2026). Di sela agenda resminya, putra bungsu Presiden ke-7 RI ini menyempatkan diri melakukan kunjungan mendadak ke Puri Cakranegara, Mataram, untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar puri.
Kedatangan Kaesang di Puri Cakranegara disambut hangat langsung oleh tokoh muda puri tersebut, Anak Agung Ketut Oka. Menurut Anak Agung, kunjungan ini terbilang spontan dan dilakukan tepat setelah Kaesang menyelesaikan agenda pertemuan di kediaman tokoh agama Hindu, Mangku Gede Wenten dan beberapa agenda penting lainnya.
“Kedatangan beliau memang mendadak setelah acara di tempat Mangku Gede Wenten. Tujuannya murni untuk lebih saling mengenal dan mempererat tali silaturahmi,” ujar Anak Agung Ketut Oka saat menerima kunjungan tersebut.
Dalam kunjungan ke kediaman salah satu putra terbaik Puri Cakranegara tersebut, Kaesang didampingi oleh Wakil Ketua Umum PSI yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka. Hadir pula Bendahara Umum PSI serta sejumlah petinggi DPP dan DPW PSI NTB lainnya.
Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh kehangatan. Meski dibalut keakraban, kunjungan ini juga menjadi momen krusial bagi konsolidasi partai di Bumi Gora. Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatan “Simakrama” di kediaman Mangku Gede Wenten, Kaesang secara resmi menyematkan jaket PSI kepada tokoh agama tersebut. Begitu juga kepada Anak Agung Ketut Oka.
Anak Agung Ketut Oka sendiri kini resmi bergabung dengan partai berlambang mawar tersebut sebagai Dewan Pembina. Langkah ini mempertegas komitmen PSI dalam merangkul tokoh-tokoh berpengaruh di Nusa Tenggara Barat.
Pihak puri sendiri mengapresiasi kerendahan hati Kaesang yang mau meluangkan waktu di tengah jadwalnya yang padat untuk mampir dan berdialog. Kunjungan singkat namun berkesan di Puri Cakranegara ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kedekatan antara tokoh muda nasional dengan tokoh adat serta pemuda di Nusa Tenggara Barat. (*)







