GerbangIndonesia, Mataram – Hasil polling publik terhadap delapan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II periode 2024–2029 menempatkan Lalu Hadrian Irfani sebagai legislator yang dinilai paling dirasakan dampak programnya oleh masyarakat Pulau Lombok.
Polling yang digelar selama empat hari melalui platform PollingKita.com mencatat total 13.626 suara hingga Selasa, 26 Mei 2026 pukul 20.28 WITA.
Dalam polling itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut meraih 6.507 suara atau 47,8 persen, sekaligus menempatkannya di posisi teratas.
Lalu Hadrian Irfani unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya, yakni Sari Yuliati dari Partai Golkar yang memperoleh 5.170 suara atau 37,9 persen.
Dominasi dua nama itu terlihat cukup kuat selama polling berlangsung. Jika digabungkan, keduanya menguasai lebih dari 85 persen total suara responden.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati Lale Syifaun Nufus dari Partai Gerindra dengan perolehan 926 suara atau 6,8 persen.
Di bawahnya terdapat Muazzim Akbar dari PAN dengan 377 suara atau 2,8 persen, disusul Abdul Hadi dari PKS yang memperoleh 368 suara atau 2,7 persen.
Adapun Rachmat Hidayat dari PDI Perjuangan memperoleh 207 suara atau 1,5 persen. Sementara Fauzan Khalid dari Partai NasDem meraih 44 suara atau 0,3 persen. Posisi terakhir ditempati Nanang Samodra dengan 27 suara atau 0,2 persen.
Polling itu mengangkat pertanyaan mengenai anggota DPR RI Dapil NTB II yang program dan kontribusinya paling dirasakan masyarakat Pulau Lombok.
Hasil polling memperlihatkan tingginya tingkat pengenalan publik terhadap program dan aktivitas para wakil rakyat di Senayan.
Tingginya perolehan suara Lalu Hadrian Irfani dinilai mencerminkan kuatnya pengaruh program yang dijalankan di tengah masyarakat.
Selain itu, intensitas turun langsung ke masyarakat, komunikasi politik yang aktif, serta program yang menyentuh kebutuhan warga menjadi faktor yang memengaruhi tingginya dukungan publik.
Meski demikian, hasil polling ini tidak dapat disamakan dengan survei ilmiah karena tidak disertai penjelasan mengenai metode pengambilan sampel, margin of error, maupun sebaran responden.
Karena itu, hasil polling lebih tepat dibaca sebagai gambaran persepsi publik di ruang digital terhadap kinerja dan kedekatan anggota DPR RI dengan masyarakat.
Kendati demikian, polling yang berlangsung selama empat hari itu dapat menjadi indikator awal untuk melihat tingkat popularitas dan penerimaan publik terhadap anggota DPR RI asal NTB II, khususnya terkait program-program yang dinilai langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lombok. (*)







