Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah mengintensifkan pembaruan basis data calon penerima bantuan sosial (bansos) melalui aplikasi Perlinsos. Program tersebut mendapat sambutan luas dari masyarakat yang berbondong-bondong melakukan registrasi guna memastikan data sosial ekonomi mereka tercatat dalam sistem pemerintah.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pendaftaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur mencatat jumlah warga yang mengakses aplikasi terus bertambah hingga mencapai sekitar 3.000 orang setiap hari. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pada masa awal peluncuran layanan digital itu, yang hanya menerima ratusan pendaftaran per hari.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Dedi Kurniawan, mengatakan peningkatan tersebut dipicu oleh semakin luasnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah daerah hingga ke tingkat desa. Selain itu, masyarakat kini lebih memahami bahwa pembaruan data menjadi syarat penting dalam proses penyaluran berbagai program perlindungan sosial dari pemerintah.
“Semua warga memiliki kesempatan untuk memperbarui datanya. Bahkan keluarga, tetangga maupun perangkat desa dapat membantu proses pendaftaran agar masyarakat yang memenuhi syarat tidak terlewat,” kata Dedi, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan aparat pemerintahan di berbagai tingkatan turut mempercepat proses pendataan. Mulai dari ASN, PPPK, tenaga pendidik, camat, lurah, kepala desa hingga kepala dusun ikut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya melakukan registrasi melalui aplikasi Perlinsos.
Di sejumlah desa, pemerintah setempat juga membuka layanan pendampingan bagi warga yang belum terbiasa menggunakan layanan berbasis digital. Langkah tersebut diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi.
Ajakan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melalui video yang beredar di berbagai platform media sosial semakin meningkatkan antusiasme masyarakat. Pemerintah daerah berharap seluruh kepala keluarga dapat memperbarui data sehingga proses penyaluran bantuan pada masa mendatang tidak lagi memunculkan persoalan mengenai ketidaktepatan sasaran.
Selama ini, distribusi bantuan sosial masih sering diwarnai keluhan masyarakat akibat adanya penerima yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria. Di sisi lain, sebagian warga yang mengalami kesulitan ekonomi justru belum tercantum sebagai penerima bantuan.
Melalui sistem yang terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), seluruh informasi yang dimasukkan oleh masyarakat akan diverifikasi secara otomatis menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan seseorang menerima bantuan sesuai kondisi ekonomi terkini.
Dedi menjelaskan bahwa status penerima bansos tidak bersifat tetap. Perubahan kondisi ekonomi keluarga akan memengaruhi hasil verifikasi. Oleh karena itu, pembaruan data dinilai penting agar pemerintah memiliki informasi terbaru mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Lombok Timur meyakini pembaruan data secara menyeluruh akan meningkatkan kualitas penyaluran bantuan sekaligus memperkuat transparansi dalam proses penetapan penerima. Semakin akurat data yang dimiliki pemerintah, semakin kecil pula kemungkinan terjadinya kesalahan sasaran.
Selain menjamin bantuan lebih tepat sasaran, langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi potensi konflik yang selama ini kerap muncul di tingkat desa saat distribusi bansos berlangsung. Sebab, perbedaan data penerima tidak jarang memicu protes masyarakat hingga menghambat proses penyaluran bantuan.
Melalui digitalisasi pendataan dan verifikasi yang lebih objektif, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis penyaluran bantuan sosial pada periode berikutnya dapat berlangsung lebih transparan, akuntabel, serta benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.(red)







