GerbangIndonesia, Lombok Barat — Tragedi kebakaran KMP Putri Yasmin menyisakan kisah haru sekaligus tragis. Di tengah kepanikan para penumpang yang berjuang menyelamatkan diri, seorang bayi berusia 8 bulan berhasil bertahan hidup setelah terombang-ambing di tengah laut selama sekitar enam jam.
Kisah tersebut disampaikan Deni, yang merupakan salah satu narasumber sekaligus tante dari bayi tersebut. Menurut Deni, sang keponakan menjadi salah satu korban yang berhasil selamat dari situasi mencekam setelah kapal mengalami musibah saat dalam perjalanan.
Di tengah kondisi laut yang penuh ketidakpastian, bayi yang masih berusia delapan bulan itu terus mendapat pertolongan dari orang-orang di sekitarnya. Sejumlah rekan korban secara bergantian menggendong bayi tersebut agar tetap aman selama mereka berusaha bertahan di tengah laut.
“Bayi itu digendong secara bergantian,” ungkap Deni saat menceritakan kondisi keponakannya.
Selama berjam-jam, mereka berusaha menjaga bayi tersebut tetap berada dalam kondisi aman hingga akhirnya mendapatkan pertolongan. Perjuangan tersebut menjadi salah satu kisah paling mengharukan dari tragedi KMP Putri Yasmin.
Bagi keluarga, keselamatan bayi berusia delapan bulan itu menjadi sebuah keajaiban di tengah tragedi yang menelan korban jiwa dan membuat puluhan keluarga lainnya harap-harap cemas menunggu kabar orang-orang tercinta.
Kisah sang bayi menjadi gambaran betapa berat perjuangan para korban untuk bertahan hidup. Di tengah kepanikan, rasa takut dan ganasnya laut, kepedulian sesama penumpang menjadi salah satu kekuatan yang membantu mereka bertahan hingga datangnya pertolongan. (dil)







