GerbangIndonesia, Lombok Barat — Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menyampaikan pesan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menjadi bawahan yang hanya patuh kepada pimpinan tanpa berani memberikan koreksi.

Menurutnya, loyalitas ASN bukan berarti mengikuti setiap perintah tanpa mempertimbangkan aturan. Jika terdapat instruksi yang dinilai bertentangan dengan ketentuan, ASN justru harus berani mengingatkan pimpinan.

Pesan tersebut disampaikan Hj. Nurul Adha yang akrab disapa Ummi Nurul saat memberikan arahan pada pelantikan H. Saeful Ahkam sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, di Ruang Senggigi, Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (7/9/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat serta para camat se-Kabupaten Lombok Barat.

“Kalau ada perintah saya sebagai pimpinan yang kemudian menyalahi aturan, saya meminta Bapak dan Ibu jangan sungkan untuk mengingatkan. Sampaikan dengan benar kepada saya bahwa itu salah,” tegas Ummi Nurul.

Loyal Bukan Berarti Membabi Buta

Ummi Nurul menegaskan, loyalitas seorang ASN tidak boleh dimaknai sebagai kepatuhan tanpa batas. Setiap aparatur tetap memiliki kewajiban menjalankan tugas berdasarkan peraturan perundang-undangan dan prinsip pemerintahan yang baik.

Ia bahkan menilai keberanian seorang ASN dalam memberikan koreksi merupakan salah satu bentuk integritas.

“Jangan sampai karena takut kepada pimpinan, kemudian kita melakukan sesuatu yang salah. Kalau ada yang keliru, harus kita luruskan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintahan yang sehat membutuhkan aparatur yang bukan hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keberanian untuk menjaga aturan dan prinsip.

Integritas Jangan Hanya Jadi Slogan

Dalam kesempatan tersebut, Ummi Nurul juga mengingatkan agar integritas tidak berhenti sebagai jargon yang hanya disampaikan dalam forum-forum pemerintahan.

Ia meminta integritas benar-benar menjadi karakter dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.

“Integritas jangan hanya menjadi slogan. Integritas inilah yang paling kuat dalam membangun sistem pemerintahan kita. Kalau integritas kita jaga, insya Allah sistem dan tata kelola pemerintahan juga akan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas semestinya tidak muncul hanya karena rasa takut terhadap lembaga pengawas maupun penegak hukum.

Menurutnya, kesadaran untuk berbuat benar harus tumbuh dari keyakinan bahwa setiap perbuatan manusia senantiasa diketahui dan dicatat oleh Allah SWT.

“Kenapa kita takut sekali ketika dipanggil KPK, tetapi kita lupa bahwa setiap saat dan di setiap tempat Allah mengetahui dan mencatat amal perbuatan kita,” ungkapnya.

ASN Diminta Terus Upgrade Kompetensi

Selain integritas, Ummi Nurul meminta seluruh ASN terus meningkatkan kompetensi dan pengetahuan, khususnya mengenai regulasi pemerintahan dan aturan kepegawaian.

Ia mengakui bahwa perubahan posisi dan tanggung jawab dalam pemerintahan membuat setiap pejabat dituntut untuk terus belajar.

“Saya sendiri dalam posisi ini harus banyak meng-upgrade pengetahuan. Kalau sebelumnya saya menjadi anggota DPR, tidak semua aturan pemerintahan maupun aturan kepegawaian saya pahami. Karena itu kita semua harus terus belajar dan menambah kapasitas,” jelasnya.

Ia berharap budaya belajar dan meningkatkan kapasitas dapat menjadi kebiasaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Pj. Sekda Diminta Kawal Pemerintahan di Masa Transisi

Khusus kepada Pj. Sekda H. Saeful Ahkam, Ummi Nurul berpesan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menyebut Lombok Barat saat ini berada dalam masa transisi. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan koordinasi pemerintahan yang kuat serta kerja nyata untuk menjawab harapan masyarakat.

“Yang berat bukan pelantikannya, tetapi amanah dan tanggung jawabnya. Kita sedang berada dalam masa transisi dan masyarakat menunggu bukti bahwa pemerintah mampu keluar dari masa yang berat ini,” katanya.

Ia meminta Pj. Sekda memastikan koordinasi antarperangkat daerah berjalan efektif, sekaligus mendorong seluruh OPD tetap fokus terhadap pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jabatan Adalah Amanah

Di akhir arahannya, Ummi Nurul mengingatkan seluruh pejabat agar tidak menjadikan jabatan sebagai sesuatu yang harus dipertahankan dengan segala cara.

Menurutnya, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Jabatan dan kekuasaan pada hakikatnya merupakan amanah yang dapat diberikan maupun dicabut.

“Jabatan itu amanah. Allah memberikan jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah juga dapat mencabutnya. Karena itu, yang harus kita jaga adalah bagaimana amanah tersebut kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pelantikan H. Saeful Ahkam sebagai Pj. Sekda Lombok Barat diharapkan menjadi momentum memperkuat tata kelola pemerintahan di tengah masa transisi.

Pesan Ummi Nurul pun menjadi penegasan: ASN tidak cukup hanya kompeten dan loyal, tetapi juga harus memiliki integritas serta keberanian untuk mengatakan benar ketika benar dan salah ketika salah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here