GerbangIndonesia, Lombok Barat — Lombok Barat, Polemik yang sebelumnya sempat berkembang di lingkungan SMAN 1 Lingsar mendapat titik terang setelah pihak sekolah bersama para wali murid melakukan mediasi dan musyawarah untuk meluruskan sejumlah informasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun GerbangIndonesia.co.id, polemik tersebut pada akhirnya dipahami sebagai persoalan miskomunikasi antara pihak sekolah dan wali murid. Sejumlah informasi yang sebelumnya beredar kemudian diklarifikasi bersama melalui pertemuan antara pihak sekolah, wali murid, serta sejumlah kepala dusun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Lingsar, Efendi Agung Bijaksana, S.H., menyampaikan bahwa persoalan yang berkembang sebelumnya lebih disebabkan adanya miskomunikasi antara pihak sekolah dengan wali murid.
“Adanya polemik yang berkembang tentu ini adalah miskomunikasi antara dua belah pihak, yakni pihak sekolah dan wali murid,” ujar Efendi, Jum’at, 25 September 2026.
Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan mediasi bersama para wali murid dan kepala dusun beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, berbagai informasi yang sebelumnya beredar dan menimbulkan polemik telah dikonfirmasi serta diluruskan bersama.
“Alhamdulillah, kami juga sudah melakukan mediasi bersama para wali murid dan para Kadus di sekolah beberapa hari lalu. Adanya polemik informasi yang dilatarbelakangi kesalahan informasi yang sebelumnya berseliweran di media, itu sudah kita konfirmasi,” katanya.
Efendi menegaskan, persoalan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah dengan mengedepankan komunikasi dan kepala dingin. Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah agar komunikasi dengan wali murid ke depan dapat berjalan lebih baik.
“Semua ini sudah kita selesaikan secara musyawarah dan kepala dingin tentunya. Miskomunikasi telah kita saling luruskan, dan dengan adanya hal tersebut menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami agar ke depannya ini semua sejalan dan terarah sesuai harapan kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang perwakilan wali murid membenarkan bahwa pihak sekolah dan wali murid telah melakukan mediasi serta musyawarah terkait polemik yang sebelumnya berkembang.
“Alhamdulillah, kita sudah melakukan mediasi dan musyawarah terkait polemik yang sebelumnya telah berkembang. Kini sudah kita lakukan evaluasi bersama agar pihak sekolah dan wali murid menyepakati ketika ada informasi yang berkaitan dengan siswa dan yang lainnya, agar kami selalu dilibatkan dan diberikan penjelasan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, wali murid berinisial BS juga menyampaikan bahwa hasil mediasi menjadi langkah penting untuk meluruskan informasi sekaligus memperbaiki komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan mediasi dan musyawarah, persoalan yang sebelumnya berkembang sudah bisa kita luruskan bersama. Kami sebagai wali murid tentu berharap ke depannya setiap informasi yang berkaitan dengan siswa dapat disampaikan secara terbuka dan jelas, sehingga tidak terjadi lagi kesalahpahaman,” ujar BS.
Menurut BS, komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid dinilai penting agar setiap persoalan dapat dibicarakan secara bersama-sama sebelum berkembang menjadi informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami berharap setelah adanya mediasi ini, komunikasi antara sekolah dan wali murid semakin baik. Kalau ada informasi atau persoalan yang berkaitan dengan siswa, sebaiknya disampaikan dan dibicarakan bersama agar semuanya jelas dan tidak menjadi problematika ataupun isu liar,” pungkas BS. (*)







