GerbangIndonesia, Lombok Timur — Prestasi membanggakan di kancah nasional kembali diraih oleh peserta didik SMKS Islam Plus Al-Madani, Pondok Pesantren Al-Madani Mamben. Lalu Muhammad Fakhri Husaeni, siswa asal Kalimantan, sukses menyapu bersih tiga medali emas sekaligus dalam ajang Indonesia Youth Science Medical Olympiad (IYSMO) 2026 yang digelar oleh Asosiasi Olimpiade Nusantara pada 6 September 2026.
Tiga medali emas tingkat nasional tersebut berhasil diraih Fakhri pada tiga bidang mata pelajaran berbeda, yakni Biologi, Ekonomi, dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Al-Madani Lombok, tetapi juga membuktikan kualitas serta komitmen sekolah dalam membina potensi akademik, karakter, dan kompetensi para santrinya.
Kepala SMKS Islam Plus Al-Madani, Abdul Hayyi, S.Pd., M.E., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas torehan prestasi anak didiknya tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ananda Lalu Muhammad Fakhri Husaeni. Tiga medali emas tingkat nasional ini merupakan pencapaian luar biasa yang membanggakan sekolah, keluarga, dan daerah,” ujar Abdul Hayyi.
Menurutnya, keberhasilan ini menegaskan bahwa santri dan siswa berbasis pesantren mampu bersaing unggul di bidang sains dan pengetahuan umum nasional, di samping menguasai hafalan Al-Qur’an dan kemampuan berbahasa asing.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran guru, pembimbing, orang tua, serta seluruh pihak yang konsisten mendukung proses pembelajaran peserta didik.
“Prestasi siswa adalah kebahagiaan kita bersama. Sekolah akan terus memberikan ruang dan fasilitas terbaik bagi para santri untuk mengembangkan bakat serta potensinya, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tambahnya.
Sementara itu, Lalu Muhammad Fakhri Husaeni mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang dicapai. Ia mempersembahkan ketiga medali emas tersebut untuk orang tua, guru, dan Pondok Pesantren Al-Madani Lombok yang tak pernah berhenti memberikan dorongan moral.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Prestasi ini saya persembahkan untuk orang tua, para guru, dan Pondok Pesantren Al-Madani Lombok yang selalu mendoakan dan mendampingi saya,” kata Fakhri.
Ia berharap capaian ini menjadi pemicu semangat untuk terus belajar dan menginspirasi rekan-rekan sesama santri.
“Saya tidak ingin cepat berpuas diri. Insyaallah, ini jadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mengejar cita-cita yang lebih tinggi. Semoga teman-teman di Al-Madani juga semakin bersemangat dan tidak pernah takut untuk bermimpi besar,” tutur Fakhri penuh optimisme. (*)






