
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mengoperasikan gedung baru Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) secara bertahap pada tahun ini. Pemanfaatan fasilitas yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat tersebut dilakukan setelah kendala akses menuju gedung berhasil diselesaikan.
Direktur RSUD KLU, drg. Nova, mengatakan proses pemindahan layanan dari gedung lama ke gedung baru saat ini sedang berlangsung.
“Pemanfaatannya memang tahun ini, proses perpindahan sudah mulai dilakukan pelan-pelan untuk bagian dalam. Karena ini gedung baru dari DAK Pusat, nanti kalau sudah selesai semua,” ujarnya, Senin (29/09/2026).
Menurutnya, keberadaan gedung baru tersebut akan meningkatkan kapasitas pelayanan PICU dan NICU. Saat ini RSUD KLU memiliki 11 tempat tidur untuk layanan tersebut dan ditargetkan bertambah menjadi 18 unit setelah bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat tersedia.
“Gedungnya selesai dibangun tahun kemarin, sedangkan penambahan bed serta inkubatornya dialokasikan tahun ini dari pusat. Saat ini gedung sudah bisa digunakan, yang di lantai atas sudah difungsikan, sementara lantai bawah ditargetkan bulan ini bisa ditempati. Untuk sementara kapasitasnya masih sama dengan yang lama karena sarpras baru dari pusat belum datang,” tuturnya.
Selain pengoperasian gedung PICU-NICU, RSUD KLU juga bersiap menerima program pengembangan layanan kesehatan melalui program Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) dari pemerintah pusat. Untuk mendukung peningkatan layanan tersebut, rumah sakit terus memperkuat sumber daya manusia dengan menambah dokter spesialis, di antaranya spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Rehab Medik).
Drg. Nova menambahkan bahwa pada tahun depan RSUD KLU akan diperkuat oleh dokter spesialis jantung dan spesialis paru yang saat ini masih menjalani pendidikan. Selain itu, rumah sakit juga membuka peluang bagi dokter spesialis dari luar daerah untuk bergabung melalui skema kontrak.
“Tahun depan, dokter spesialis PNS kita yang sedang menempuh pendidikan juga akan pulang, yaitu spesialis jantung dan spesialis paru. Di samping itu, jika ada dokter spesialis luar yang mau mengabdi ke sini tetap kita terima melalui skema kontrak demi mendongkrak kualitas pelayanan,” jelasnya.
Saat ini RSUD KLU memiliki 25 dokter spesialis dan 22 dokter umum. Manajemen rumah sakit menilai jumlah tersebut telah melampaui standar minimal rumah sakit tipe C, namun penguatan SDM tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di KLU.(iko)






