Gerbangindonesia.co.id – LOMBOK TIMUR — Kerja sama antardaerah di Nusa Tenggara Barat kembali diperkuat. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat sepakat membangun kolaborasi dalam penguatan pangan, hortikultura, UMKM hingga pengembangan potensi ekonomi daerah.
Kesepakatan tersebut resmi ditandai melalui penandatanganan bersama yang digelar di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (30/9/2026).
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperlancar pergerakan komoditas antardaerah, mulai dari hasil produksi hingga pemasaran. Selain itu, kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengatakan pertanian merupakan sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data yang disampaikan, sektor pertanian menyumbang 27,28 persen terhadap PDRB Lombok Timur.
Potensi tersebut, menurutnya, perlu dibarengi dengan langkah adaptasi menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya perubahan cuaca yang dapat mengganggu produktivitas pertanian dan memengaruhi pasokan komoditas di pasar.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Lombok Timur menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk pembangunan green house. Fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat percontohan bagi petani dalam mengembangkan pola pertanian yang lebih mampu menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Perhatian juga diberikan terhadap sejumlah komoditas yang berkaitan dengan inflasi, terutama cabai. Pemerintah daerah berupaya menjaga produksi komoditas tersebut agar ketersediaannya tetap terjaga dan tidak menimbulkan gejolak harga.
Dari sisi pemasaran, Pemkab Lombok Timur telah membentuk BUMD Selaparang Agro. Kehadiran badan usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat mata rantai agribisnis, termasuk membantu menyerap hasil panen serta memperluas akses petani menuju pasar.
Haerul menegaskan, hubungan dengan Lombok Barat tidak hanya dapat diarahkan pada urusan pangan. Menurutnya, masih banyak sektor yang berpotensi dikembangkan bersama melalui pertukaran pengalaman dan pemanfaatan keunggulan masing-masing wilayah.
Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikolaborasikan. Lombok Barat memiliki pengalaman dalam pengembangan destinasi wisata yang dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan dengan Lombok Timur.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menyatakan pihaknya melihat kesepakatan tersebut sebagai momentum untuk memperluas kerja sama sekaligus mempelajari program-program yang telah berhasil diterapkan Lombok Timur.
Ia menyebut sektor pariwisata Lombok Barat telah berkembang, tetapi penguatan ketahanan pangan masih menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Karena itu, berbagai inovasi yang dijalankan Lombok Timur dinilai relevan untuk dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan Lombok Barat.
Tak hanya pertanian, pengelolaan sektor perikanan dan kelautan turut menjadi perhatian. Program seperti Kampung Nelayan Merah Putih yang telah dikembangkan di Lombok Timur menjadi salah satu contoh yang ingin dipelajari lebih jauh.
Dalam kesepakatan tersebut, kedua daerah juga memasukkan penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), peningkatan akses pangan, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui sinergi tersebut, Lombok Timur dan Lombok Barat diharapkan dapat saling mengisi dalam mengoptimalkan potensi masing-masing daerah. Kerja sama tidak hanya ditujukan untuk menjaga stabilitas pangan, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di kedua kabupaten.(red)







