Gerbangindonesia.co.id – LOMBOK TIMUR — Persoalan pengadaan seragam siswa baru di SMAN 1 Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencuat setelah seorang mitra sekolah berinisial AS mempertanyakan penyelesaian dana hasil pembayaran seragam yang hingga kini disebut belum diterima.

AS mengungkapkan, persoalan tersebut berkaitan dengan pengadaan seragam bagi peserta didik yang baru masuk SMAN 1 Keruak. Pada saat itu, siswa yang dinyatakan diterima di sekolah diarahkan untuk membeli seragam melalui koperasi sekolah atau kopsis.

Pembayaran dari para siswa selanjutnya disebut dikelola oleh panitia yang menangani proses penerimaan siswa baru bersama pihak sekolah. AS mengatakan dirinya kemudian menunggu penyelesaian pembayaran atas seragam yang telah disediakan sebagai mitra.

Namun, setelah waktu berjalan cukup lama, pembayaran tersebut menurut AS belum juga diselesaikan. Ia memperkirakan nilai dana yang masih menjadi persoalan mencapai puluhan juta rupiah.

“Saya hanya ingin ada kejelasan dan penyelesaian. Saya sudah mencoba menghubungi berkali-kali, tetapi telepon tidak diangkat dan pesan WhatsApp juga tidak mendapat tanggapan,” kata AS, Selasa (22/9/2026).

AS mengaku telah beberapa kali mendatangi lingkungan sekolah untuk meminta penjelasan secara langsung. Akan tetapi, menurut dia, usaha tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.

Ia menuturkan, dalam beberapa kesempatan dirinya mendapat informasi bahwa kepala sekolah sedang memiliki keperluan keluarga atau mengalami masalah kesehatan. Kondisi itu, kata AS, membuat proses komunikasi terkait pembayaran semakin sulit.

Setelah tidak memperoleh kepastian, AS kemudian berupaya mencari informasi melalui wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang kini menjabat. Dari komunikasi tersebut, ia mendapatkan penjelasan bahwa pengelolaan dana tersebut berkaitan dengan kepengurusan sebelumnya.

AS menyebut dana pembayaran seragam siswa sebelumnya dihimpun oleh wakasis dan panitia. Dana itu kemudian, berdasarkan keterangan yang diterimanya, diserahkan kepada Kepala SMAN 1 Keruak melalui wakasis terdahulu, Muhsin.

Keterangan tersebut membuat AS meminta pihak sekolah membuka secara jelas proses pengelolaan dana seragam, termasuk siapa yang menerima, menyimpan, dan bertanggung jawab terhadap penyelesaiannya kepada mitra.

AS mengatakan pihaknya masih mengutamakan penyelesaian secara baik-baik. Ia berharap sekolah memberikan jawaban dan mengambil langkah konkret agar persoalan pembayaran yang telah berlangsung berbulan-bulan tersebut tidak terus berlarut.

Namun, apabila tidak ditemukan penyelesaian, AS menyatakan akan mempertimbangkan melaporkan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB maupun aparat penegak hukum untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Keruak, Marianom, belum memberikan keterangan terkait persoalan dana seragam yang disampaikan AS. Upaya meminta klarifikasi dari pihak sekolah juga belum mendapatkan respons.

Dugaan penggelapan atau penipuan dalam persoalan ini belum dapat dipastikan sebagai fakta hukum. Pernyataan tersebut masih berasal dari pihak AS yang mengaku dirugikan, sehingga diperlukan klarifikasi dari pihak yang disebut serta pemeriksaan oleh lembaga berwenang untuk memastikan duduk perkara dan aliran dana sebenarnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here