Jembatan bambu di Ekowisata Kerujuk menjadi icon destinasi itu. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Destinasi ekowisata Kerujuk di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tercatat masih menjadi salah satu lokasi favorit bagi para wisatawan, khususnya wisatawan lokal. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Utara saat memberikan keterangan terkait perkembangan pariwisata daerah.

​Menurut Sekretaris Dispar KLU Fadly S.pd., kunjungan ke Ekowisata Kerujuk terus menunjukkan tren yang positif. Tak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara juga beberapa kali terlihat menginap di kawasan tersebut menggunakan fasilitas penginapan maupun homestay milik masyarakat setempat.

​”Saya pernah berkunjung ke sana dengan teman-teman Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Memang ada wisatawan yang menginap, termasuk wisatawan asing. Saat ini sudah ada sekitar tiga sampai empat penginapan pribadi atau homestay yang dibangun warga,” ujarnya, Senin (05/10/2026).

​Ia menambahkan bahwa daya tarik utama yang cukup ramai dikunjungi saat ini adalah spot air terjun kecil di kawasan tersebut. Ramainya kunjungan ini turut memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi warga sekitar dan pelaku UMKM setempat.

​Meski memiliki potensi yang besar, pihak Dispar KLU mengakui ada beberapa kendala utama dalam pengembangan infrastruktur dan penataan kawasan Ekowisata Kerujuk, salah satunya terkait status lahan.

​”Kendala kita ada di status lahan, terutama untuk penataan lapak atau fasilitas pendukung.

Namun, berdasarkan informasi dari Pokdarwis, sebenarnya ada perjanjian pinjam pakai lahan masyarakat yang berlaku hingga 30 tahun. Ini yang sedang kita telusuri dan pastikan dokumennya agar penataan kawasan tidak terhambat,” jelasnya.

​Selain status lahan, masalah akses jalan menuju ke lokasi air terjun juga menjadi perhatian serius. Saat ini, akses masuk menuju objek wisata tersebut masih melewati jalan setapak milik kebun-kebun warga.
​Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Pariwisata KLU berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pokdarwis, kelompok masyarakat, serta pemerintah desa setempat.

​”Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan warga sekitar untuk mencari solusi terkait jalan setapak ini. Apakah nantinya bisa dilakukan skema pinjam pakai atau hibah lahan sekitar 1 hingga 2 meter agar akses jalan dapat kita perbaiki dan perlebar,” terangnya.

​Pihaknya berharap, jika kendala akses jalan dan penataan kawasan ini berhasil diselesaikan, Ekowisata Kerujuk dapat dipromosikan secara lebih luas untuk menarik lebih banyak wisatawan, yang pada akhirnya dapat terus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here