Wisatawan saat baru tiba di Gili Trawangan KLU. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU) optimistis mampu merealisasikan target kunjungan 780 ribu wisatawan hingga akhir tahun 2026. Berdasarkan data hingga Juli 2026, angka kunjungan telah menembus sekitar 392.376 wisatawan.

​Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Lombok Utara, Raden Sapardi, Rabu (14/10/2026) mengungkapkan bahwa pergerakan angka kunjungan ini diprediksi akan terus melonjak signifikan seiring dengan masuknya data rekapitulasi untuk periode Agustus dan September.

​”Melihat tren yang ada serta data bulan Agustus dan September yang belum sepenuhnya masuk, kami sangat optimistis target 780 ribu wisatawan di tahun ini dapat tercapai,” ujar Raden Sapardi.

Dijelaskan, secara demogafi, kunjungan wisatawan mancanegara ke Lombok Utara saat ini mendominasi. Wisatawan asal India berada di urutan teratas, disusul oleh wisatawan dari Australia, Korea, dan Rusia. ​Raden Sapardi menambahkan, melesatnya kunjungan wisatawan India tidak lepas dari langkah kolaboratif yang rutin dibangun bersama Kementerian Pariwisata melalui penyelenggaraan field trip dan famtrip bagi para agen travel internasional.

Sementara itu, tingginya minat wisatawan Australia didukung kuat oleh ketersediaan rute penerbangan langsung (direct flight), yang menjadikan Lombok sebagai salah satu tujuan prioritas utama liburan mereka.

“Progresnya sudah cukup bagus tinggal kita pantau terus apalagi rekapan bulan Agustus dan September juga belum masuk,” katanya.

Pemkab Lombok Utara, lanjutnya, mengintensifkan berbagai agenda festival dan event berbasis kearifan lokal. Beberapa ajang besar yang baru saja sukses menyedot perhatian wisatawan di antaranya adalah Gili Festival dan Maulid Adat Bayan, yang dilengkapi dengan serangkaian side event menarik lainnya.

​Selain gelaran event, sinergi bersama asosiasi industri pariwisata seperti Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) juga terus diperkuat guna mendorong lebih banyak paket perjalanan menuju Lombok Utara.
​
​Tidak hanya mengandalkan pesona kawasan tiga Gili (Trawangan, Meno, Air), Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga fokus mendorong pemerataan distribusi wisatawan ke wilayah daratan (mainland).

​”Potensi wisata di darat sangat melimpah dan aksesibilitasnya pun kini jauh lebih mudah. Walaupun sebagian destinasi darat menyasar pasar minat khusus (special interest market) yang sifatnya terbatas, keberadaannya sangat efektif agar konsentrasi wisatawan tidak hanya menumpuk di kawasan Gili semata,” pungkas Raden.(iko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here