Gerbangindonesia.co.id – LOMBOK TIMUR – RSUD dr. R. Soedjono Selong terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain menyiapkan layanan intervensi jantung melalui fasilitas Catheterization Laboratory (Cathlab), rumah sakit ini juga mempersiapkan pelayanan mamografi dan kemoterapi guna memperluas penanganan pasien kanker.
Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. H. Anjasmoro, Sp.Rad., mengungkapkan bahwa layanan Cathlab dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 23 Oktober 2026. Pada tahap awal, sebanyak enam pasien direncanakan mendapatkan penanganan selama dua hari, yakni 23 dan 24 Oktober 2026.
Kepastian rencana tersebut disampaikan setelah jajaran BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra bersama BPJS Kesehatan Cabang Selong melakukan kunjungan ke RSUD dr. R. Soedjono Selong. Kunjungan itu bertujuan meninjau kesiapan rumah sakit dalam menjalankan pelayanan intervensi jantung sekaligus memastikan aspek penyelenggaraan layanan dan pembiayaan sesuai ketentuan.
Anjasmoro menjelaskan, pelaksanaan tindakan pada tahap awal akan mendapatkan pendampingan dari RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai rumah sakit pengampu.
“Pelaksanaan layanan intervensi jantung kita akan mulai tanggal 23 Oktober 2026 dengan didampingi oleh rumah sakit pengampu RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkap Anjasmoro kepada awak media.
Cathlab merupakan fasilitas medis yang menunjang pemeriksaan dan tindakan intervensi pada jantung serta pembuluh darah. Dengan tersedianya fasilitas ini, RSUD dr. R. Soedjono Selong diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan jantung lanjutan.
Pengembangan tersebut juga menjadi langkah untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat Lombok Timur. Pasien yang membutuhkan tindakan intervensi jantung diharapkan memiliki pilihan pelayanan rujukan yang lebih dekat, sesuai kondisi medis dan kebutuhan penanganannya.
Anjasmoro menambahkan, pembiayaan layanan Cathlab telah tercakup dalam skema BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan dukungan tersebut, peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan pelayanan melalui prosedur yang telah ditetapkan.
Dalam agenda visitasi, hadir Asisten Deputi Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, dr. Ario Trisaksono, S.H., M.H.; Analis JPK, dr. Ni Made Adhe Sugi Windariani, AAAK., M.M.; serta staf JPK, apt. Andika Purnama Devi, S.Farm., M.Sc. dan I Gede Yudhi Martahadi, S.KM., M.M.
Turut mengikuti kegiatan tersebut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Adrika Wendi, S.Si., Apt., M.M., dan Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) Provinsi, dr. Bayu Setia, M.Biomed., Sp.JP., FIHA.
Selain memperkuat penanganan penyakit jantung, RSUD dr. R. Soedjono Selong juga tengah menyiapkan fasilitas untuk meningkatkan pelayanan kanker. Salah satu program yang sedang diproses adalah pembukaan layanan mamografi untuk mendukung deteksi dini kanker payudara.
Menurut Anjasmoro, pelayanan mamografi saat ini masih dalam tahap pengurusan izin dari BPJS Kesehatan. Rumah sakit akan mengoperasikan fasilitas tersebut setelah proses perizinan diselesaikan.
“Setelah izin keluar, layanan mamografi segera kita operasikan,” ujarnya.
Upaya pengembangan berikutnya menyasar pelayanan kemoterapi bagi pasien kanker. RSUD dr. R. Soedjono Selong menargetkan layanan tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir 2026.
Kehadiran mamografi dan kemoterapi diharapkan memperluas kemampuan rumah sakit dalam mendukung pemeriksaan serta pengobatan pasien kanker. Pengembangan ini sekaligus melengkapi upaya peningkatan layanan spesialistik yang selama ini terus dilakukan rumah sakit.
Dengan persiapan tiga layanan tersebut, RSUD dr. R. Soedjono Selong menargetkan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan lanjutan. Kesiapan tenaga medis, pemenuhan persyaratan operasional, keselamatan pasien, serta kesesuaian dengan ketentuan pembiayaan menjadi faktor penting agar layanan dapat berjalan dengan baik.
Pengembangan fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pelayanan rujukan di Lombok Timur, sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan medis yang lebih lengkap dan bermutu.(red)





