GerbangIndonesia, Lotim – Sejak merebaknya pandemi Covid-19 dan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh atau Belajaran Dari Rumah (BDR), membuat sebagian guru berinisiatif untuk melakukan pembelajaran secara keliling ke setiap rumah siswa. Tak perduli jarak dan waktu yang harus ia tempuh.
Seperti yang diungkapkan salah seorang guru SDN 2 Padak Guar Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Zohriah. Dia menceritakan, aktifitas mengajar di tengah pandemi dilakukan secara keliling dari rumah kerumah. Kegiatan tersebut dilakukan agar para siswanya tidak ketinggalan mata pelajaran.
“Terlebih para siswa kelas enam yang menempuh pendidikan selanjutnya,” ujarnya pada GerbangIndonesia, Sabtu (7/11).
Zohriah merupakan, satu dari delapan guru SDN Padak Luar yang menjalankan aktivitas mengajar secara keliling. Baginya pandemi adalah bencana sekaligus berkah.
Ia mengakui, jika pandemi ini tidak ada maka sebanyak 200 siswa terpaksa akan belajar di gedung sekolah yang hampir roboh akibat bencana gempa dua tahun silam.
“Saat ini SDN Padak Guar belum tersentuh bantuan sama sekali. Pernah dijanjikan bantuan, namun sampai saat ini belum ada realisasi,” beber Zohriah.
Ia berharap, pandemi ini cepat berlalu dan sekolah yang ditempati segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Sehingga proses belajar mengajar bisa dilakukan seperti sediakala dan bisa belajar seperti sekolah pada umumnya.
Keterbatasan sekolah, lanjut Zohriah, tidak hanya persoalan bangunan, akan tetapi keterbatasan guru juga menjadi salah satu kendala. Dimana sebanyak 200 siswa hanya diajar oleh delapan guru saja.
“Guru yang berstatus negeri hanya dua orang, sisanya honor,” katanya.
Untuk diketahui, selama proses belajar mengajar, Zohriah mengedepankan protokol kesehatan. Semua siswa wajib memakai masker saat mengikuti pembelajaran. Begitu juga dengan social distancing. (*)
Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.







