GerbangIndonesia, Lotim – Guna membangkitkan kembali prekonomian masyarakat yang sempat terpuruk akibat Pandemi Covid-19, Dinas Ketahanan Pangan Lombok Timur mendorong para pengusaha maupun petani sayur untuk mengurus sertifikasi bebas pestisida. Hal ini agar bisa masuk di ritel modern maupun hotel-hotel yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dinas Ketahanan Pangan Lotim, Masyhur menjelaskan, serifikat tersebut untuk membuktikan bahwa barang-barang yang dihasilkan para petani maupun para pengusaha sayur tersebut bebas dari kandungan pestisida. Sehingga layak konsumsi dan bisa dimasukkan di berbagai ritel modern.
“Nanti para petani atau pengusaha ini memohon surat rekomendasi, dan rekomendasi ini kami tindaklanjuti, kemudian kita ambil sampel buah atau sayurnya kemudian kita kirim ke perovinsi, besoknya akan keluar hasil labnya. Nah hasil lab ini yang menentukan boleh dikeluarkan sertifikatnya,” ujar Masyhur saat ditemui di Gedung Wanita, Rabu (11/11).
Dikatakan Masyhur, para petani diharapkan segera tanggap untuk mengajukan rekomendasi untuk uji lab kandungan pestisida. Sehingga ketika sudah memiliki sertifikat para petani ini lebih mudah memasarkan atau menyuplai sayurannya ke ritel-ritel modern maupun hotel-hotel yang ada di Lombok ini.
“Selama ini kan hotel-hotel di Lombok ini suplay barangnya dari luar. Dari Bali kebanyakan, karena di bali itu bebas pestisida semua. Udah uji lab. Kita ini terlambat sebenarnya,” terangnya.
Lanjutnya, hal tersebut merupakan salah satu cara Pemerintah Daerah, dalam membantu para petani terlebih di masa pandemi ini. Ia berharap para petani di Lotim bisa maju selangkah jangan hanya menjadi petani yang teradisional saja.
“Kita maju selangkah lah, jangan menjadi petani tradisional terus, sedikit produksi tapi hasilnya banyak. Harganya nanti kan beda, yang sertifikasi dengan yang tidak,” katanya.
Adapun ke depannya jika para petani sudah banyak yang memiliki sertifikat tersebut, pihaknya akan mengundang para pelaku usaha maupun hotel-hotel untuk melakukan pembelian. Sehingga para petani bisa menjual barangnya dengan harga yang lebih mahal dan bisa membangkitkan prekonomian masyrakat yang sempat tergerus akibat Pandemi Covid-19 ini. (*)
Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.







