GerbangIndonesia, Lotim – Seksi Pontren Kemenag Lotim, H Sahrudin meminta semua pondok pesantren menaati protokol kesehatan. Hal ini untuk menjamin tidak ada kluster baru di lingkungan pesantren.
“Caranya dengan mematuhi 3M. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Hampir setiap sore saya dan teman-teman turun ke sejumlah pesantren. Setiap saya kunjungi, ternyata semuanya patuh,” ujarnya kepada GerbangIndonesia.
Adapun proses pembelajarannya kata dia, dilakukan secara berjenjang. Dimana para santri dibagi, ketika melakukan pengajian, dan jam mengajinya juga dipersingkat.
“Setiap kita turun, selalu kita sampaikan. Kalau melakukan kegiatan belajar tatap muka, protokol kesehatan jangan sampai diabaikan,” pesannya.
Terpisah, salah seorang guru Lembaga Pendidikan Ahmad Arrumy Lendang Nangka Utara, Kamaruddin mengaku, selama pandemi ini, waktu belajar dan mengaji hanya tiga kali dalam seminggu.
“Ditambah Subuh sekali, jadi empat kali pertemuan,” katanya.
Lanjutnya, untuk penerapan protokol kesehatan sendiri, tetap diimbau kepada santri untuk menjalankan protokol kesehatan. Namun mengingat santri banyak yang tergolong dari anak-anak, sehingga protokol kesehatan seperti pemakaian masker, agak sulit sulit diterapkan.
“Kita tetap imbau kepada anak-anak untuk menggunakan masker, apalagi awal-awal itu tetap kita menggunakan masker. Tapi yang namanya anak-anak susah dibilangin, kalau cuci tangan dan jaga jarak kami tetap berupaya disiplin. Begitu juga dengan pemakaian masker,” tutupnya. (*)
Tegakkan protokol kesehatan dengan #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan.







