Lira NTB saat hearing di Kantor DPRD Lotim, Senin (14/6). FOTO SUPARDI/GERBANGINDONESIA

“MATA AIR BERUBAH AIR MATA”

GerbangIndonesia, Lombok – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Masyarakat (Lira) NTB menggelar hearing di Kantor DPRD Lombok Timur, Selasa (15/6). Kedatangan mereka terkait banyaknya kisruh yang terjadi di Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Lombok Timur.

Gubernur Lira NTB, Samsudin mengatakan tuntutan pada hearing tersebut adalah penanaman pipa PDAM yang terlalu dangkal yang menyebabkan banyaknya kebocoran di sejumlah titik. Akibatnya air tidak bisa mengalir hingga ke bagian selatan.

“Dengan ditanamnya pipa itu secara dangkal menyebabkan pipa juga mudah pecah sehingga terjadi kebocoran. Kita berpikir secara sehat saja, air itu mengalir dari atas ke bawah, bukan bawah ke atas,” ucap Samsudin, Senin (14/6).

Selain itu, kedatangannya juga ingin mempertanyakan kepada pemerintah daerah terkait pergantian direksi-direksi yang ada di lingkup PDAM dan meminta dasar hukum pemberhentian direksi tersebut. Sebab tugas direksi lama masih banyak yang belum bisa terselesaikan.

Melihat banyaknya permasalahan yang ada di PDAM, ia juga mendesak DPRD Lotim untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan meminta kepada DPRD untuk turun langsung untuk melihat kondisi dilapangan. Sebab anggaran yang diberikan kepada PDAM juga cukup besar akan tetapi pipa PDAM terus mengalami kebocoran.

“Dana yang masuk sudah cukup besar, tapi masyarakat belum bisa menikmati air. Masyarakat hanya mendapatkan air mata dari pada mata air, sekarang mata air sudah berubah menjadi air mata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lotim Saiful Bahri menyambut baik apa usulan dari Lira NTB untuk pembuatan pansus tersebut. Kata dia, dewan sendiri sudah sering turun melihat keadaan di lapangan terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya persoalan air bersih.

“Kami sudah sering turun, tugas kami hanya melakukan pengawasan saja dan kami siap melaksanakan itu,” katanya.

Sementara itu direksi PDAM, Jauhari Idris menjelaskan, untuk mengatasi persolan krisis air bersih yang ada di bagian selatan, pihaknya sudah mengusulkan pemasangan pipa dari Pandan Duri 2018 lalu.

“Bahkan kita sudah mendaptkan hibah untuk sambungan bagi Masyarakat  Berpenghasilan Rendah (MBR) bagi masyarakat yang ada di Jerowaru dan Keruak,” katanya.

Kata dia, upaya untuk mengairi bagian selatan sudah berhasil sampai Desa Pemongkong dan Paremas, namun hasilnya memang belum maksimal dengan mengandalkan air Bendungan Pandan Duri dan Mata Air Tete Batu.

“Saat ini PDAM hanya mengandalkan 16 sumber mata air dengan 28.000 pelanggan,” jelasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here