GerbangIndonesia, Kalteng – Tingginya harga Gas Elpiji 3 Kg di tingkat pengecer dikeluhkan masyarakat Kota Palangka Raya. Pasalnya harga gas melon yang seyogyanya diperuntukan bagi masyarakat miskin tersebut saat ini melambung tinggi. Rata-rata mencapai Rp 35 ribu lebih pertabung. Ironisnya kian hari tabung gas bersubsidi ini kian marak dijual di pengecer ketimbang di pangkalan Gas Elpiji.
Baca Juga: Soal Calon Sekwil NasDem NTB, TGH Fauzan: Santai, Jangan Tegang!
“Sebagai pengguna Gas Elpiji 3 Kg, saya bingung pak. Tabung gas melon tersebut di tingkat pangkalan semakin langka dan susah didapat. Sementara di pengecer banyak dijual dimana-mana, tapi harganya pun sangat mahal sekali,” ujar salah seorang ibu rumah tangga asal Kota Palangka Raya yang engan disebutkan namanya.
Padahal kata dia, keberadaan pangkalan Gas Elpiji 3 Kg tersebut sangat membantu masyarakat. Sebab harganya masih bisa terjangkau dan terbilang murah mencapai Rp 25 ribu pertabungnya. Namun saat ini susah didapat dan harganya mahal.
“Saya berharap Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya dan Aparat Penegak Hukum segera mengambil tindakan tegas. Kasihan kami pak. Di tengah masa pandemi, perekonomian masyarakat juga semakin sulit,” keluhnya.
Sementara itu Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Drs. Rawang saat dikonfirmasi terkait tingginya harga tabung Gas Elpiji 3 Kg di tingkat pengecer mengaku, pihaknya tidak mempunyai kewenangan dalam mengatur harga tabung gas di tingkat pengecer.
“Kewenangan pemerintah hanya mengatur di tingkat agen dan Pangkalan Gas Elpiji saja. Kalau di tingkat pengecer, itu bukan menjadi ranah kami. Sedangkan untuk penyaluran Gas Elpiji 3 kg ke masyarakat, pihak pangkalan lah yang lebih tau teknisnya,” tutur dia.
Meski demikian lanjut dia, jika ada pangkalan Gas Elpiji 3 Kg yang nakal dan tidak melayani masyarakat, pihaknya berjanji akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.
Baca Juga: Gelaran Superbike Kado Terindah HUT TNI ke-76
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pangkalan Gas Elpiji 3 Kg. Asalkan ada data dan bukti yang kuat, Pangkalan Gas Elpiji yang nakal dan tidak melayani masyarakat tersebut akan kita cabut izinnya,” ancamnya. (4n5)
Editor: Lalu Habib Fadli







